OCA Tolak Usul Keringanan Biaya

Gnr/R-3
01/9/2016 09:40
OCA Tolak Usul Keringanan Biaya
()

DEWAN Olimpiade Asia (OCA) menolak permohonan Indonesia yang meminta keringanan biaya penyiaran (broadcasting fee) Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Imbasnya, Indonesia tetap harus membayar penuh biaya penyiaran sesuai dengan kontrak tuan rumah (host city contract/HCC) Asian Games 2018.
Tidak disetujuinya tawaran Indonesia terungkap dalam rapat koordinasi Asian Games 2018, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) yang dipimpin oleh Menko PMK Puan Maharani.

Dengan demikian, mengacu pada HCC yang ditandatangani di Incheon, Korea Selatan, Oktober 2014, Indonesia diwajibkan untuk membayar biaya penyiaran Asian Games 2018 kepada OCA sebesar US$30 juta (Rp398 miliar) yang tenggatnya hingga akhir tahun ini. Pemerintah sebelumnya berupaya untuk menawar separuh biaya tersebut dengan jaminan menggunakan kualitas penyiaran setara dengan Asian Games 2014 Incheon. Kendati gagal meminta ke­ringanan, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto menambahkan, OCA memastikan dana panyiaran nantinya bisa langsung digunakan panitia Asian Games 2018 (INASGOC).

“Dalam kesepakatan, memang dana itu harus dikirim ke OCA. Namun, OCA memberi dispensasi memperbolehkan INASGOC langsung menggunakan dana tersebut,” jelas Gatot.

Sementara itu, Menko PMK Puan Maharani mengingatkan, proses persiapan Asian Games 2018 kini tersisa 23 bulan. Untuk itu, Puan meminta semua kepala daerah yang menjadi tuan rumah Asian Games ber­sinergi sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Hal serupa juga harus dilakukan semua stakeholder lainnya yang ambil bagian dalam ajang tersebut.

“Segala persiapan dan kesiap­an yang semuanya mendesak harus segera ditindaklanjuti. Acara ini harus sukses,” tegas Puan. (Gnr/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Oka Saputra
Berita Lainnya