Ajang Penebusan Dosa Williams dan Djokovic

Maggie Nuansa Mahardika
27/8/2016 07:40
Ajang Penebusan Dosa Williams dan Djokovic
(AFP/ADRIAN DENNIS)

KEGAGALAN dua petenis nomor satu dunia putra dan putri, Novak Djokovic dan Serena Williams, di multiajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu tidak serta-merta membuat peluang mereka untuk menjuarai turnamen grand slam Amerika Serikat Terbuka 2016 menipis.

Justru seri terakhir itu amat mungkin akan menjadi kesempatan bagi keduanya untuk menebus kegagalan di Brasil.

Prediksi itu dilontarkan juara grand slam 17 kali, Roger Federer.

Menurut petenis Swiss itu, Andy Murray boleh saja saat ini sedang dalam performa terbaik, tapi Djokovic-lah yang masih menjadi favorit juara.

"Saya pikir Novak masih tetap favorit juara. Meski dia baru menderita beberapa kekalahan yang sulit, tapi dia cepat bangkit," cetus juara AS Terbuka lima itu.

Djokovic dan Murray dijagokan bakal kembali berjumpa di final AS Terbuka tahun ini.

Namun, menurut Federer, Djokovic masih punya kelebihan yang tidak dimiliki petenis Inggris itu, yakni semangat pantang menyerah.

"Novak punya rekor bagus melawan Andy dan dia petenis yang hebat di lapangan permukaan keras. Anda bias melihatnya di sini dan di Australia Terbuka lalu. Namun, performa Andy (Murray) belakangan jua sangat impresif. Akan sangat menarik melihat persaingan mereka sampai akhir musim nanti," kata Federer lagi yang harus absen di AS Terbuka 2016 lantaran mengalami cedera punggung.

Pernyataan Federer itu memang tidak berlebihan.

Boleh dibilang Murray kini tengah menjalani periode terbaik dalam kariernya.

Buktinya, setelah sukses memenangi trofi grand slam ketiganya di Wimbledon, ia pun berhasil mempertahankan medali emas Olimpiade di Rio de Janeiro.

Tidak berlebihan jika petenis asal Skotlandia itu begitu optimistis menyongsong AS Terbuka.

"Saya pikir saya telah menyajikan permainan terbaik saat ini. Dalam empat atau lima bulan terakhir saya seperti membuat hal-hal yang jauh dari jangkauan sebelumnya," kata Murray.

"Sekarang jauh lebih bagus. Tujuh final beruntun. Menjadi juara Wimbledon kemudian medali emas olimpiade. Itu semua menjadi hasil yang sangat bagus," imbuhnya.

Sebaliknya, Djokovic boleh jadi masih belum bisa melupakan kegagalannya di Brasil.

Sebagai petenis nomor wahid selama bertahun-tahun, tidak pernah dia merasakan kekalahan di babak pertama.

Apalagi, titel Olimpiade sangat diidamkannya karena ia harus menunggu kesempatan selama empat tahun untuk bisa mendapatkannya.

Begitu pun petenis putri peringkat satu dunia, Serena Williams, yang gagal mempertahankan emas Olimpiade dan harus tersingkir di babak ketiga.

Yang mengalahkannya pun bukan petenis papan atas, melainkan petenis Ukraina, Elina Svitolina.

Di sektor ganda putri, Williams yang berpasangan dengan sang kakak Venus Williams, juga harus tersingkir di babak pertama.

Itu merupakan sejarah buruk bagi mereka berdua yang merupakan ikon dunia tenis masa kini.

Tak mengherankan jika keduanya punya ambisi besar di turnamen grand slam Amerika Serikat Terbuka, yang dihelat mulai 29 Agustus mendatang di Flushing Meadows, Queens.

Terlebih, mereka berdua juga dinobatkan sebagai unggulan pertama turnamen itu.

Sebelum AS Terbuka, pekan lalu ada turnamen Cincinnati Masters.

Namun, Djokovic dan Williams tak berpartisipasi.

AS Terbuka akan menjadi ajang penebusan dosa bagi Djokovic.

Memang, dia tahun ini sempat melengkapi gelar grand slam dalam kariernya dengan memenangi Prancis Terbuka.

Namun, dia menderita kekalahan buruk di Wimbledon pada babak ketiga dari Sam Querey sebelum tersingkir di babak pertama Olimpiade oleh Juan Martin del Potro.


Rawan tergeser

Bagi Williams, motivasi menjuarai AS Terbuka juga sangat tinggi.

Tak hanya menebus penampilannya yang kurang impresif di Olimpade, ia juga harus menyelamatkan mukanya di depan para pendukung di negaranya sendiri.

Bayangkan saja, ia sudah enam kali menjuarai AS Terbuka, tapi tahun lalu ia harus puas hanya melaju sampai semifinal turnamen itu setelah dihentikan petenis Italia, Roberta Vinci.

Dia juga tahun ini tampil cukup cemerlang dengan menyamai rekor Steffi Graf yang memiliki 22 gelar grand slam seusai menjadi juara Wimbledon, Juli lalu.

Jika ia berhasil menjadi juara AS Terbuka tahun ini, dia akan mempertahankan supremasi sebagai petenis putri terbaik di dunia pada era ini sekaligus menyabet gelar grand slam ke-23-nya.

Posisi Williams di peringkat satu dunia terancam oleh ambisi Angelique Kerber yang sedang berada dalam kepercayaan diri tinggi.

Petenis putri peringkat kedua dunia asal Jerman itu hampir saja menggeser Williams jika ia menjuarai Cincinnati.

Namun, Kerber kalah di partai final oleh Karolina Pliskova sehingga kesempatan itu melayang pekan lalu.

Di AS Terbuka, Kerber masih mengusung ambisi tersebut. Jika ia juara, takhta Serena dialihkan kepadanya.

Menurut perhitungan poin, beberapa pemain lain punya kesempatan menggeser posisi Williams dari singgasananya jika menjadi juara AS Terbuka, yakni Simona Halep, Garbine Muguruza, serta Agnieszka Radwanska.


Persaingan berkurang

Terlepas dari semau itu, persaingan di AS Terbuka bisa jadi lebih lega dengan absennya beberapa pemain top dunia.

Selain petenis peringkat ketiga dunia, Federer, yang harus absen, petenis peringkat kedelapan dunia Tomas Berdych dan peringkat ke-11 dunia Gael Monfils juga harus rela hanya menjadi penonton kali ini.

Berdych mundur lantaran menderita usus buntu.

Sakit itu menerpa petenis asal Republik Ceko tersebut saat ia kalah dari Marin Cilic di Cincinnati, pekan lalu.

Yang terbaru, Monfils juga dikabarkan absen karena cedera punggung.

Ia sudah merasakan sakit punggung sejak partai kontra Marcos Baghdatis di Cincinnati, pekan lalu.

Bukan kali ini saja petenis asal Prancis itu tak bisa bermain di ajang grand slam musim 2016.

Ia juga batal hadir di Prancis Terbuka yang digelar di negaranya sendiri, Juni lalu.

Selain mereka bertiga, unggulan keempat Rafael Nadal juga sedang tidak terlalu fit.

Juara dua kali AS Terbuka itu masih terganggu oleh cedera pergelangan tangan yang belum pulih 100%.

Nadal mengalami cedera pergelangan tangan di Prancis Terbuka sehingga harus absen di beberapa turnamen, termasuk Wimbledon.

Setelah itu, petenis berusia 30 tahun itu tampil di Olimpiade hingga semifinal, lalu langsung bertanding di Cincinnati Masters dan tersingkir di babak awal.

Karena itulah, stamina Nadal juga diragukan berada dalam grafik terbaik di AS Terbuka nanti. (Berbagai sumber/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya