Owi/Butet masih Solid untuk Asian Games

Maggie Nuansa M
26/8/2016 04:35
Owi/Butet masih Solid untuk Asian Games
(AP/TATAN SYUFLANA)

PELATIH ganda campuran nasional Ri-chard Mainaky yakin pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 Tontowi Ahmad (Owi)/Liliyana Natsir (Butet) masih bisa diandalkan untuk merebut emas Asian Games 2018 yang akan digelar di Indonesia. Karena itu, ia bakal memberlakukan strategi khusus bagi pasangan Juara Dunia 2013 dan juara All England tiga kali beruntun itu agar masih bisa berkiprah sebagai pemain papan atas dunia.

Keyakinan Richard disampaikan saat menanggapi rencana pensiun Butet yang tahun ini menginjak usia 31 tahun. Butet sudah memberi pernyataan bahwa Olimpiade Rio ialah Olimpiade terakhirnya. Namun, untuk Asian Games 2018, Richard masih berharap Owi/Butet bisa tampil. Bukan perkara tak ada penerus di pelatnas, melainkan karena ia yakin keduanya masih solid. “Butet berkata soal pensiun karena dia menurut saya juga sudah jenuh bertahun-tahun jadi tumpuan terus. Dia hanya butuh penyegaran. Setelah itu, saya yakin dia masih mau berkiprah. Menurut saya, dia itu masih mampu, saya tahu betul Butet seperti apa,” kata Richard.

Untuk itu, Richard akan melatih Owi/Butet dengan cara yang berbeda. Mereka tak akan ditarget emas di banyak turnamen lagi. Bahkan, Owi/Butet tak lagi diwajibkan mengikuti turnamen super series. Perhelatan Korea Open Super Series dan Japan Open Super Series bulan depan sangat mungkin tak akan mereka ikuti. Yang penting, kata Richard, Owi/Butet tampil pada Super Series Final (SSF) 2016 Desember mendatang di Dubai. Tampilnya Owi/Butet di SSF pun sudah dijamin per-aturan karena mereka juara Olimpiade. Kalaupun mereka terlempar dari peringkat delapan besar akhir tahun nanti, mereka tetap diperbolehkan berpartisipasi.

“Yang terpenting itu menjaga mereka agar tidak jenuh. Mungkin sekali-kali mereka saya pecah dan dipasangkan dengan pemain-pemain muda di turnamen yang sesuai. Atau mungkin juga ikut turnamen bulu tangkis pantai. Nanti jika sudah dekat Asian Games 2018, baru fokus lagi berpasangan.” Sementara itu, Butet masih enggan memikirkan masa depannya. Selama waktu libur, ia ingin bersantai dulu. “Kalau saya memutuskan untuk masih main, saya harus berprestasi. Saya enggak mau sekadar ikut-ikutan. Tapi kan umur saya juga sudah 31 tahun, untuk ukuran atlet perempuan Asia, usia segini sudah tak muda lagi, kemampuan fisik saya juga sudah menurun. Nantilah kalau kira-kira saya masih mampu berprestasi, saya masih mau main,” ujar Butet mantap.

Siap merayu
Saat mendengar Butet ­ingin pensiun, Owi sangat menya-yangkannya. Owi masih ingin bisa berpasangan dengan Butet dan meraih emas Asian Games 2018. Ia pun akan merayu Butet agar bertahan. “Tapi nanti bagaimana pelatih saja, saya pikir pelatih tahu yang terbaik. Kak Richard sudah bilang soal Butet serahkan saja ke dia,” kata Owi. Owi/Butet sukses mengembalikan tradisi emas Indonesia di Olimpiade yang terputus pada Olimpiade 2012 London dengan menaklukkan pasangan Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di final. Emas tersebut juga merupakan emas pertama ganda campuran Indonesia sejak bulu tangkis dipertandingkan pertama kali di Olimpiade 1992 Barcelona. Wajar jika setelah momentum tersebut, Owi masih berharap bisa berpasangan lagi dengan Butet. (R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya