Cal Crutchlow Bayar Penantian 35 Tahun Publik Inggris

(Crash/Gnr/R-3)
22/8/2016 05:15
Cal Crutchlow Bayar Penantian 35 Tahun Publik Inggris
(AP/JENS MEYER)

PEMBALAP asal Inggris Cal Crutchlow sukses menuntaskan dahaga publik Inggris selama 35 tahun untuk melihat pembalap asal negeri Ratu Elizabeth itu berdiri di podium utama perhelatan Moto-GP. Pembalap terakhir Inggris yang mampu melakukannya ialah Barry Sheene pada akhir musim balap 1981.

Crutchlow, satu-satunya pembalap yang membela tim LCR Honda tahun ini, memuaskan dahaga publik Inggris pada seri ke-11 Moto-GP 2016 di Sirkuit Brno, Republik Ceko, kemarin. Pembalap 30 tahun itu menjadi yang tercepat pada balapan di sirkuit yang sedang mengering seusai diguyur hujan sebelum lomba berlangsung.

Dia menyelesaikan 22 putaran dengan catatan waktu 47 menit 44,290 detik. Dia unggul atas pembalap Movistar Honda Valentino Rossi yang mengklaim podium kedua dengan selisih lebih dari 6 detik. Sementara itu, podium ketiga menjadi milik pembalap Repsol Honda Marc Marquez.

“Saya berterima kasih pada tim saya karena saya berjudi dengan pilihan ban di balapan kali ini dan ternyata tim saya memilihkan ban terbaik untuk saya. Saya menjatuhkan motor kemarin dan kemenangan ini seperti membayar kesalahan yang lalu,” kata Crutchlow. Bagi Rossi, kesuksesan menambah 20 poin di GP Ceko membuatnya kini berada di peringkat kedua klasemen pembalap dengan raihan 144 poin menggeser rekan satu timnya, Jorge Lorenzo, yang tampil buruk di Ceko. Meski demikian, selisih poin Rossi dengan Marquez di peringkat pertama masih terpaut 53 poin.

“Saya sempat putus asa di awal lomba karena mengira kami memilih set ban yang salah. Akan tetapi, kemudian ban belakang mulai bekerja dengan baik seiring dengan lomba berjalan,” kata Rossi. Bagi Marquez, balapan di Ceko juga sempat membuatnya khawatir tak mendapatkan poin karena kondisi lintasan yang basah. Namun, strateginya untuk mengelola penggunaan ban terbayar oleh hanya kalah 4 poin dari Rossi dalam perebutan poin menuju juara dunia di klasemen pembalap.

Balapan yang dimulai di lintasan basah Sirkuit Brno memang membuat banyak pembalap harus berjudi dengan penggunaan ban. Terlebih hujan yang sudah mereda membuat kondisi lintasan tak bisa diprediksi soal waktu mengeringnya. Sejumlah pembalap berjudi menggunakan ban sedang, sedangkan Ducati menggunakan ban basah. Kendati strategi Ducati berjalan baik di awal lomba, hal itu akhirnya berbuah petaka. Kondisi lintasan yang cepat mengering membuat pembalap Ducati kemudian tercecer ke posisi belakang karena ban mulai aus. (Crash/Gnr/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya