Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH total mengeluarkan dana Rp21 miliar bagi kontingen Indonesia yang meraih 1 medali emas dan 2 perak di ajang Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil.
Bonus tidak saja diberikan kepada atlet peraih medali, tetapi juga kepada pelatih dan asisten pelatih yang mendampingi atlet meraih medali.
"Untuk pelatih yang akan diterima tidak akan lebih dari Rp1 miliar, sedangkan asisten pelatih tidak lebih dari Rp500 juta," ujar Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, di Jakarta, kemarin.
Adapun bonus bagi atlet peraih emas ialah Rp5 miliar dan Rp2 miliar bagi peraih perak.
Ditegaskan, untuk ganda campuran peraih emas, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir masing-masing tetap mendapat Rp5 miliar.
Tempo pemberian bonus akan diberikan sebulan setelah Paralimpiade selesai dihelat.
Paralimpiade sendiri berlangsung 7-18 September mendatang di Rio de Janeiro.
Bonus kurang lebih serupa juga akan diberikan kepada para paralimpian yang berhasil menjaring medali di Paralimpiade.
Dengan demikian potensi total alokasi bonus bertambah cukup besar.
Ditambahkan, total bonus Rp21 miliar tersebut juga sudah memperhitungkan pajak yang akan ditanggung negara.
Selain mendapatkan bonus, para peraih medali akan mendapatkan sere-moni penghormatan saat tiba di Tanah Air.
Penghormatan itu diberikan dalam bentuk arak-arakan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Istana Negara, pada Selasa (23/8) sore, nanti, setelah seluruh kontingen Indonesia mendarat di Indonesia.
Arak-arakan akan menggunakan bus tingkat terbuka milik Dinas
Pemuda dan Olahraga Kota Bandung.
Arak-arakan dari bandara akan masuk ke tol lalu keluar di pintu Tol Semanggi untuk kemudian menuju Istana Negara.
"Atribut yang digunakan dalam bus arak-arakan tersebut akan menggunakan atribut Olimpiade, Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat, dan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang," tutur Gatot
Operasi
Sementara itu, nasib apes menimpa pembalap sepeda BMX Indonesia, Toni Syarifuddin.
Dia terpaksa tidak bisa menyelesaikan seluruh rangkain babak perempat final perlombaan cabang olahraga BMX Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil akibat mengalami cedera.
Toni mengalami robek ligamen depan dan belakang yang membuat tulang bahunya naik, sehingga harus menjalani operasi.
Cedera itu didapat pembalap asal Solo, Jawa tengah itu ketika menjalani sesi kedua babak penyisihan (heat) di Deodoro Olympic Park, Rio de Janeiro, Jumat (19/8) dini hari.
Akibat cedera itu, Toni harus menyelesaikan lomba sesi kedua itu dengan mengayuh pelan sepedanya.
Toni tak ikut serta saat sesi ketiga berlangsung.
Pelatih Toni, Dadang Haries Purnomo mengungkapkan, anak asuhnya itu terjatuh karena kondisi lintasan sirkuit supercross Olimpiade 2016 Rio, terbilang cukup sulit.
Selain Toni, sejumlah pembalap elite pun tidak bisa melanjutkan lomba akibat mengalami cedera setelah terjatuh atau mengalami insiden dengan pembalap lain.
Salah satunya ialah Joris Daudet dari Prancis.
(R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved