Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
CEDERA bahu kiri yang dialami pembalap sepeda BMX Indonesia, Toni Syarifuddin, saat ia berlomba di Deodoro Olympic Park, Kamis (18/8) siang waktu setempat, mengakhiri kiprah kontingen Indonesia dicabor balap sepeda BMX Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016.
Kontingen Indonesia yang mengirim 28 atlet untuk berlaga di tujuh cabang olahraga pulang dengan membawa 1 medali emas dan 2 perak.
Medali emas semata wayang disumbangkan pasangan bulu tangkis nomor ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, sedangkan dua medali perak datang dari cabang angkat besi, yakni dari lifter Eko Yuli Irawan di kelas 62 kg dan Sri Wahyuni Agustiani di kelas 48 kg.
Bagaimana penampilan kontingen Indonesia di Olimpiade Rio 2016 secara keseluruhan?
Berikut wawancara wartawan Media Indonesia, Ghani Nurcahyadi, dengan Komandan Kontingen (CdM) Indonesia untuk Olimpiade Rio 2016, Raja Sapta Oktohari, melalui layanan aplikasi Whatsapp.
Bagaimana Anda melihat penampilan kontingen Indonesia di Olimpiade Rio 2016?
Sejauh ini saya melihat para atlet telah berjuang untuk mengharumkan nama bangsa di kancah multiajang tertinggi di dunia.
Mereka menjadi duta bagi olahraga Indonesia.
Keberadaan 28 atlet yang mewakili Indonesia termasuk sangat kecil jika dibandingkan dengan populasi Indonesia, tapi bisa tampil di Olimpiade memang tidak mudah.
Banyak yang gagal walau ada juga yang mendapat tiket dengan fasilitas wild card.
Olimpiade ini bukan cuma soal perolehan medali, melainkan juga soal gengsi negara.
Karenanya, setiap negara berusaha keras untuk tampil, seperti Timor Leste yang hanya mengirimkan tiga atlet. Saya rasa kontingen Indonesia sudah menuai kesuksesan di Olimpiade Rio 2016.
Apa parameter kesuksesan itu?
Parameter kesuksesan pertama tentu dari raihan medali karena kita berhasil membawa 1 medali emas dan 2 medali perak di Olimpiade Rio 2016.
Jumlah tiket Olimpiade yang didapatkan atlet Indonesia dalam Olimpiade kali ini juga lebih banyak jika dibandingkan dengan empat tahun lalu di London.
Setelah itu juga ada cabang olahraga baru yang meloloskan atlet ke Olimpiade, seperti balap sepeda BMX dan dayung.
Perhatian dunia kepada Indonesia pun cukup tinggi di Olimpiade kali ini, terutama saat upacara pembukaan.
Kami juga mendapatkan dukungan dari awak kapal yang bersandar di Rio de Janeiro yang secara sukarela menjadi pendukung Indonesia.
Perhatian pemerintah di Olimpiade Rio 2016 juga besar, terbukti dengan alokasi anggaran yang juga lebih besar.
Selama Olimpiade Rio 2016, adakah keluhan yang dilontarkan atlet atau ofisial?
Semua personel kontingen sejauh ini aman-aman saja, tidak ada sama sekali keluhan dari atlet maupun ofisial karena semuanya kompak, hingga wartawan yang ada di Brasil pun kompak dengan kami.
Respons masyarakat Indonesia dan warga negara Indonesia yang berada di Brasil pun positif terhadap kehadiran kontingen Indonesia.
Jadi, alhamdulillah sejauh ini semua berjalan lancar dan aman untuk seluruh kontingen.
Ini pengalaman Anda memimpin kontingen dalam sebuah multiajang internasional, bagaimana perasaan Anda?
Banyak yang sudah saya korbankan untuk kepentingan kontingen Indonesia, tapi semua terbayar dengan prestasi yang diraih.
Olimpiade ini merupakan multiajang yang cukup panjang penyelenggaraannya.
Saya bersama kontingen sudah berada selama satu bulan di Brasil, tapi kesuksesan mendapatkan medali emas seperti membayar seluruh kerja keras kami selama ini.
Apa yang bisa dipelajari dari Olimpiade Rio 2016?
Persiapan kontingen Indonesia ke multiajang internasional bisa dibuat lebih matang dengan panduan yang kita punya sampai dengan hal-hal terkecil sekali pun, seperti penyiapan atribut kecil, di antaranya payung, rompi, dan jas hujan untuk kontingen.
Waktu mau diajukan, waktunya sudah terlalu mepet.
Memang bisa diusahakan sendiri, tapi rasanya akan berbeda jika itu dipersiapkan sejak jauh hari sebagai perlengkapan kontingen.
Berikutnya yang juga penting ialah pembekalan bahasa asing bagi atlet maupun pelatih yang akan berlaga.
Ini jadi modal penting bagi mereka untuk bisa berinteraksi dengan kontingen negara lain dan menyerap ilmunya.
Namun, melalui Olimpiade Rio 2016, kita jadi punya referensi yang bagus dan rapi dalam menyiapkan kontingen.
Modal dalam mempersiapkan atlet ke Asian Games dan SEA Games, di samping Olimpiade berikutnya. (R-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved