Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
GANDA putra unggulan Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan diprediksi akan menang mudah atas pasangan India Manu Attri/Reddy B Sumeeth.
Kemenangan ganda nomor dua dunia itu menjadi krusial.
Hal itu disebabkan kemenangan akan menjadi modal semangat pebulu tangkis Indonesia lainnya untuk memulai laga perdana di Olimpiade 2016.
"Sesuai jadwal Hendra/Ahsan mengawali pertandingan kontingen bulu tangkis Indonesia.
Bila menang, ini akan membuka pintu bagi yang lain," sebut pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI Richard Mainaky, Rabu (10/8).
Menurut Richard, peringkat di antara keduanya terpaut cukup jauh. Hendra/Ahsan yang bergabung dalam Grup D berada dalam peringkat 2dunia, sedangkan lawan mereka dari India menduduki posisi 21 dunia.
Selain itu, juara dunia 2013 itu memiliki rekor positif dengan mengantongi tiga kemenangan dari tiga pertemuan.
Setelah Hendra/Ahsan, pada hari yang sama gandra putri nomor satu Indoensia Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga akan bertanding di partai selanjutnya.
Unggulan empat dunia tersebut juga diprediksi akan menang mudah atas lawan mereka, ganda Hong Kong Poon Lok Yan/Tse Ying Suet.
Keduanya belum pernah bertemu di pertandingan internasional.
Namun, di atas kertas, Greysia/Nitya lebih diunggulkan ketimbang ganda yang berada di peringkat 30 dunia tersebut.
Selain itu, dua ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto sudah dalam posisi siap tempur.
Juara All England 2016 Praveen/Debby akan tampil lebih dulu jika dibandingkan dengan Tontowi/Liliyana.
Bersaing di Grup A, unggulan kelima dunia itu akan melakoni laga perdana kontra pasangan Hong Kong Lee Chun Hei Reginald/Chau Hoi Wah.
Terhenti
Momentum perolehan medali tim angkat besi Indonesia terhenti setelah peraih medali perak Olimpiade 2012, London, Inggris, Triyatno gagal mengulang prestasi di kelas 69 kg.
Triyatno yang bertanding di Riocentro Pavilion 2, Rio de Janeiro, kemarin pagi WIB, hanya berada di peringkat ke-10 pada kelas itu.
Total angkatan 317 kg yang dibukukan lifter itu tidak mampu menandingi lifter Tiongkok Shi Zhiyong yang meraih emas dengan total angkatan 352 kg. (Gnr/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved