Menguji para Raja Tanjakan

Achmad Maulana
11/8/2016 07:10
Menguji para Raja Tanjakan
(ANTARA/HAFIDZ MUBARAK A)

SETELAH menyelesaikan etape V yang relatif datar Rabu (10/8), para pembalap akan kembali bersaing pada etape VI lomba balap sepeda Tour de Singkarak 2016 Kamis (11/8).

Kontras dengan etape sebelumnya, etape VI yang berjarak 151,1 km dari Padang Pariaman menuju Sawahlunto amat mungkin bakal menjadi arena persaingan para jago tanjakan.

Pasalnya, pada etape itu para pembalap akan melewati rute mendaki sejak Km 61.

Bahkan, mereka harus melewati batas Kota Padang-Solok yang berada di ketinggian 1.132 meter di atas permukaan laut.

"Hari ini (kemarin) kami memang menyimpan tenaga untuk mempertahankan jersey yang saat ini sudah kami pegang. Makanya kami tidak berada di depan di etape ini," kata pembalap Iran, Amir Kolahdouz, yang masih menjadi pemegang yellow jersey atau pemuncak klasemen umum.

"Saya pikir etape keenam nanti memang bakal lebih ketat karena jalannya lebih banyak mendaki ketimbang hari ini (kemarin) yang relatif datar," timpal pembalap Indonesia yang memperkuat Terengganu Cycling Team Malaysia, Dadi Suryadi.

Pad etape kelima Rabu (10/8) Dadi kembali sukses finis di sepuluh besar.

Alhasil ia pun terus menempel pemuncak klasemen sementara kejuaraan yang sudah masuk seri kedelapan itu.

Dadi kini memegang red white jersey atau pembalap Indonesia tercepat.

Dia berjarak 22 detik dari Amir Kolahdouz.

Juara baru

Pada etape V lomba yang didukung Kementerian Pariwisata itu tampil juara baru Kritsada Changpad dari Singha Infinite Cycling Team.

Di etape berjarak 153,1 km dari Pesisir Selatan menuju Pariaman itu, pembalap Thailand tersebut finis di urutan pertama dengan waktu 3 jam, 38 menit, 44 detik, atau unggul 2 detik atas pembalap yang finis di urutan kedua yakni Samuel Volkers dari Data #3 Cisco Australia.

Dalam etape terpanjang kejuaraan yang finis di Pantai Gondoriah, Pariaman, itu persaingan memang sudah terlihat sejak awal lomba.

Setelah dilepas di Pantai Carocok, semua pembalap langsung menyusuri jalan Pesisir Selatan yang memiliki karekteristik datar. Rombongan pembalap juga langsung terpecah.

Beberapa pembalap bisa melepaskan diri dan terus meninggalkan rombongan di belakang.

Kondisi itu terjadi hingga balapan memasuki titik king of mountain di Bukit Lampu, yang berlanjut dengan turunan hingga Teluk Bayur.

Memasuki Kota Padang, lintasan datar dan cuaca panas menyambut para pembalap.

Namun, sejumlah pembalap tampak bermain aman guna menghadapi etape selanjutnya.

Mereka hanya berusaha berada di rombongan besar hingga masuk finis di Pantai Gondoriah. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya