Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SANG Saka Merah Putih kembali berkibar di Brasil. Kendati Merah Putih hanya dikaitkan di nomor dua, atlet angkat besi Eko Yuli Irawan tampak takzim memberi hormat pada bendera negaranya itu. Dari atas podium, wajahnya mendongak melihat Merah Putih yang tengah dikerek. Tanpa sadar, air mata haru pun menetes di kedua pipi atlet 27 tahun itu.
Atlet asal Lampung tersebut kembali meraih prestasi membanggakan di Olimpiade. Pada Selasa (9/8) WIB, lifter kebanggaan Indonesia itu meraih perak pada cabang angkat besi kelas 62 kg. Eko mengangkat beban dengan total berat 312 kilogram, hanya terpaut 6 kg dari sang juara Oscar Figueroa dari Kolombia. Perunggu diraih Farkhad Khaki dari Kazakstan.
"Medali ini buat keluarga kecil saya, orangtua kami. Selain itu, medali ini saya persembahkan untuk masyarakat Indonesia," ungkap Eko melalui pesan singkat kepada <>Media Indonesia, kemarin (Selasa, 9/8).
Eko pun mengaku bersyukur dengan hasil yang ia peroleh. Namun, rasa kecewa tetap tak bisa ia sembunyikan karena hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan.
"Iya memang targetnya rekor latihan, tapi kan kita save medalinya dulu setelah medali save, baru cari emas. Tapi memang belum rezeki saya di emas."
Perak itu menjadi raihan medali ketiga Eko dari Olimpiade. Di Olimpiade Beijing 2008 dan Olimpiade London 2012, dia berhasil menyabet perunggu. Artinya, Eko telah mencetak hattrick medali di Olimpiade.
Dengan torehan medali perak itu, Eko pun berhak menagih janji Menpora untuk memberikan bonus sebesar Rp2 miliar bagi peraih perak setelah Olimpiade usai pada 21 Agustus mendatang.
Pria bertinggi 157 cm itu pun mengatakan hadiah dan bonus akan dia persembahkan bagi istrinya, Masitoh, dan anak mereka, juga khususnya bagi kedua orangtuanya.
Eko berasal dari keluarga sangat sederhana. Ayahnya, Saman, ialah pengayuh becak, sedangkan ibunya, Wastiah, ialah seorang penjual sayur.
Takdir Eko sebagai lifter berawal saat tengah menggembala kambing. Ia menyaksikan orang berlatih angkat besi di sebuah klub. Lama-kelamaan Eko makin tertarik. Pelatih klub tersebut akhirnya mengajak Eko ikut berlatih. Berbekal izin dari orangtuanya, Eko pun mulai mengakrabkan diri dengan dunia angkat barbel itu.(R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved