118 Atlet Rusia Gagal Bertarung di Brasil

Ghani Nurcahyadi
06/8/2016 07:31
118 Atlet Rusia Gagal Bertarung di Brasil
(AFP/YASUYOSHI CHIBA)

KOMITE Olimpiade Internasional (IOC) akhirnya hanya meloloskan 271 dari 389 atlet yang didaftarkan Rusia untuk ikut Olimpiade Rio de Janeiro Brasil 2016.

Jumlah itu merupakan yang terkecil bagi Rusia dalam sejarah olimpiade setelah Olimpiade Stockholm, Swedia, 1912 silam. Kala itu Rusia mendaftarkan 159 atlet.

Kegagalan 118 atlet yang didaftarkan merupakan buntut dari laporan penyidik independen Badan Antidoping dunia (WADA), Richard McLaren, mengenai maraknya penggunaan doping oleh atlet 'Negeri Beruang Merah' itu.

Dalam laporannya, WADA bahkan menyebutkan kegiatan terlarang itu disponsori negara dan badan intelijen Rusia.

Berdasarkan laporan WADA tersebut, IOC mengambil sikap untuk memberikan akreditasi ulang bagi atlet Rusia.

Jika mendapatkan restu dari federasi internasional tiap-tiap cabang olahraga dan memenangi gugatan di Badan Arbitrase Olahraga (CAS), mereka bisa lolos ke Olimpiade Rio.

CAS sendiri kini juga masih disibukkan dengan puluhan pengajuan banding atlet dan federasi olahraga Rusia.

'IOC tetap akan menggelar tes doping bagi para atlet Rusia yang lolos. Tes itu akan dilakukan di tengah kompetisi. Bila mereka gagal, akreditasi mereka bisa dicabut', tulis IOC dalam keterangan resmi mereka, kemarin.

Sementara itu, Ketua Komite Olimpiade Rusia Alexander Zhukov hanya bisa berkomentar sinis terkait dengan keputusan yang sangat merugikan negaranya itu.

Dengan sarkasme dia berkomentar bahwa bisa jadi atlet Rusia yang lolos merupakan para olahragawan 'tebersih' di Olimpiade kali ini.

Musababnya, mereka melalui sejumlah rangkaian tes doping yang jauh lebih banyak daripada atlet negara lain.

"Ini tidak adil bagi kami karena beberapa atlet yang tidak pernah menggunakan doping seperti Yelena Isinbayeva dan Shubenkov tak bisa tampil di Olimpiade," kata Zhukov seraya merujuk pada sanksi Federasi Atletik Internasional (IAAF) yang melarang seluruh atlet atletik Rusia tampil di Olimpiade.

Meski dengan jumlah kontingen yang terhitung kecil jika dibandingkan dengan sebelumnya, atlet senam Rusia pemegang dua medali emas, Elena Zamolodchikova, mengatakan negaranya akan bisa tetap berada di posisi 10 besar dalam daftar pengumpul medali.

"Sejak 1950-an kami selalu berada di posisi 10 besar," ujar dia.

Dipulangkan

Pevoli pantai Italia, Viktoria Orsi Toth, menjadi atlet pertama di Olimpiade Rio 2016 yang dipulangkan ke negaranya akibat gagal tes doping sebelum pertandingan yang digelar secara acak oleh WADA dan panitia penyelenggara Olimpiade Rio 2016.

Media asal Irlandia mengabarkan petinju amatir, Michael O'Reilly, diduga akan menjadi atlet berikutnya yang 'diusir' dari arena Olimpiade Rio 2016.

Petinju kelas 75 kg tersebut dikabarkan gagal melalui tes doping.

Namun, O'Reilly disebut-sebut telah menyiapkan pengajuan banding agar tetap bisa berlaga di Olimpiade Rio 2016.

(AFP/AP/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya