Atlet Pelatda Jabar Lakoni Tes Fisik

Gnr/R-1
06/8/2016 06:51
Atlet Pelatda Jabar Lakoni Tes Fisik
(ANTARA/Agus Bebeng)

ATLET Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Jawa Barat kembali menjalani tes fisik untuk melihat perkembangan hasil latihan jelang bergulirnya Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar 17-29 September mendatang.

Tes fisik yang digelar Satuan Pelaksana Jabar Kahiji itu merupakan kali ketiga yang diselenggarakan.

Tes fisik bagi atlet Pelatda Jabar dipusatkan di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Ban-dung, Jabar.

Tes fisik bagi atlet dari 44 cabang olahraga itu berlangsung sejak Senin (1/8) hingga Sabtu (6/8).

Komandan Satlak Jabar Kahiji, Yunyun Yudiana mengatakan tes fisik dperlukan juga untuk melihat kebugaran atlet.

"Tujuan tes fisik kali ini ialah untuk mengetahui perkembangan kesiapan para atlet untuk berlaga di PON karena saat ini sisa waktu yang ada tinggal sebulan lagi. Kami harus punya ukuran yang jelas dan ini harus diikuti seluruh atlet dari 44 cabang olahraga. Sehingga setiap harinya ada 7-8 cabor yang melakukan tes fisik," kata Yunyun.

Saat ini, seluruh atlet yang berada dalam pelatda menurut Yunyun sedang berada dalam fase tapering atau penurunan frekuensi latihan untuk menjaga kebugaran dan memulihkan kondisi fisik setelah menjalani latihan berat.

Selain dari segi teknis, faktor nonteknis juga menjadi perhatian dari Jabar untuk mempersiapkan atletnya merebut juara umum PON.

Dari Ibu Kota. Tim senam DKI Jakarta berambisi mengulang sukses seperti yang diraih empat tahun lalu di Riau pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional.

Saat itu Endriadi dan kawan-kawan membawa pulang 13 mendali emas dari senam ritmik, artistik, dan aerobik.

"Memang tidak ada lagi nama pesenam artistik Endriadi di jajaran atlet, karena kini dia sudah menjadi pelatih. Namun, kita masih memiliki skuat elite," kata pelatih senam artistik putri DKI Jakarta, Jonathan Sianturi.

Dari nomor senam ritmik, Dinda Defriana dan Nabila Evandestiera dipastikan kembali akan menjadi ujung tombak.

Tiga medali emas ialah capaian minimal yang dibebankan pada dua pesenam putri tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya