Rafael Nadal Temukan Momentum

MI/AFP/AP/Gnr/R-2
03/8/2015 00:00
Rafael Nadal Temukan Momentum
(AFP)
PILIHAN petenis Spanyol Rafael Nadal untuk tidak buru-buru membiasakan diri bertanding di lapangan keras jelang grand slam Amerika Serikat Terbuka akhir bulan ini berbuah manis. Pemilik 14 gelar juara grand slam yang kini tengah berjuang dengan konsistensi permainannya itu mendapatkan momentum positif dengan menjuarai turnamen tanah liat ATP Hamburg Open.

Dalam partai final kemarin, Nadal yang menjadi unggulan utama di turnamen itu mengalahkan unggulan kedelapan asal Italia, Fabio Fognini 7-5, 7-5. Kemenangan itu sekaligus membalaskan dua kekalahan Nadal sebelumnya atas Fognini tahun ini di ATP Rio de Janeiro, Brasil, dan ATP Barcelona, Spanyol.

Meski mampu menang dua set langsung, Nadal harus berjuang menghadapi perlawanan keras Fognini yang juga dikenal tangguh di lapangan tanah liat. Di set pertama, Fognini yang mampu menciptakan break berhasil terus menempel ketat Nadal meski akhirnya menyerah kalah 7-5. Pada set kedua, Fognini yang kini berperingkat 32 dunia bahkan sempat unggul sebelum dibalikkan Nadal pada gim ke-9 hingga akhirnya memastikan kemenangan 7-5 dengan mencetak break pada gim 12.

Itu merupakan gelar juara ke-47 Nadal di lapangan tanah liat. Dari turnamen ATP Atlanta Open, unggulan utama John Isner semakin mendekati gelar ketiganya secara beruntun dalam turnamen level ATP 250 itu. Di semifinal, Isner menundukkan rekan senegaranya, Denis Kudla, 4-6, 6-2, 7-5.

Di final yang berlangsung Senin (3/8) dini hari, petenis AS yang sudah lima kali mencapai final turnamen level ATP 250 tersebut berhadapan dengan unggulan kelima asal Siprus, Marcos Baghdatis. Itu menjadi pertemuan ke-enam Isner dengan Baghdatis yang kini menempati peringkat 47 dunia. Lima pertemuan sebelumnya selalu mampu dikonversikan Isner dengan kemenangan.

"Baghdatis pasti akan bermain sangat berbeda saat ini ketimbang terakhir kali kami bertemu (2013). Dia sekarang bisa mengembalikan bola dengan sangat baik," kata Isner. Bagi Baghdatis, final di Atlanta merupakan yang pertama sejak ia mampu mencapai final di ATP Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2011 silam. Baghdatis telah puasa gelar selama lima tahun. Gelar terakhirnya diraih pada 2010 di ajang ATP Sydney.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya