Palmer, Manusia Paling Dibenci di AS

MI
03/8/2015 00:00
Palmer, Manusia Paling Dibenci di AS
(AP/Glen Stubbe)
PEMBAWA acara televisi asal Amerika Serikat (AS), Jimmy Kimmel, melabeli Walter Palmer sebagai 'manusia paling dibenci se-Amerika'. Kimmel punya alasan untuk itu.

Palmer, 55, ialah dokter gigi asal Minnesota, AS. Dialah yang membunuh Cecil, singa paling favorit di Taman Nasional Hwange, Zimbabwe. Kecaman kepada Palmer membanjiri jagat daring sejak Rabu (29/7). Salah satunya dari Ingrid Newkirk, ketua lembaga pegiat hak hewan, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA) AS. "Dia perlu diekstradisi, diadili, bahkan dihukum mati!" seru Newkirk.

Sejak diidentifikasi sebagai pembunuh Cecil, Selasa (28/7), Palmer belum muncul di publik. 'Saya paham tidak semua orang berpandangan yang sama tentang berburu. Untuk kasus ini, saya akan membantu jika keterangan saya dibutuhkan,' tulis Palmer dalam surat yang diperoleh stasiun televisi lokal afiliasi Fox, KMSP.

Palmer mengaku mengandalkan pemandunya untuk memastikan perburuannya legal. Adalah Theo Bronkhorst, pendiri Bushman Safaris, yakni pihak yang mengorganisasi kegiatan berburu buat Palmer, awal Juli lalu. Untuk kegiatan liburannya itu, Palmer membayar US$50 ribu.

Tidak seperti Palmer yang belum diketahui keberadaannya, Bronkhorst telah didakwa melakukan perburuan ilegal di pengadilan Hwange. Dia dikenai wajib lapor ke kepolisian Kota Bulawayo hingga proses peradilannya dimulai 5 Agustus mendatang.

Belum lagi kecaman untuk Palmer dan Bronkhorst mereda, jagat maya riuh lagi pada Sabtu (1/8), ketika muncul kabar bahwa Jericho, singa lain di Taman Nasional Hwange, pun mati akibat ulah pemburu.

Namun, kemarin, Otoritas Manajemen Taman Nasional dan Alam Liar Zimbabwe memastikan Jericho masih hidup. "Jericho merupakan rekan Cecil dan tidak berhubungan darah," begitu pernyataan otoritas.

Sejak kasus matinya Cecil merebak, otoritas Zimbabwe, pada Sabtu (1/8) membatasi kegiatan perburuan di Taman Nasional Hwange. Zimbabwe juga menyerukan ekstradisi Palmer.

Menurut Johnny Rodrigues, Ketua Satuan Tugas Konservasi Zimbabwe (ZCTF), Palmer dan Bronkhorst mengikat hewan mati di mobil sebagai umpan Cecil agar masuk wilayah perburuan. Cecil, singa berusia 13 tahun, lantas dipanah, tetapi baru 40 jam kemudian ditembak hingga tewas.

Cecil dikuliti dan kepalanya dipenggal untuk suvenir. Cecil mengenakan kalung pelacak karena merupakan bagian dari program penelitian Universitas Oxford, Inggris. (AFP/Telegraph/BBC/Hym/Wey/X-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya