Subangkit Mundur dari Mitra Kukar

Satria Sakti Utama
02/8/2016 04:30
Subangkit Mundur dari Mitra Kukar
(ANTARA/NYOMAN BUDHIANA)

PERFORMA Mitra Kukar yang terpuruk dalam tujuh laga terakhir di kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) akhirnya memaksa pelatih Subangkit menanggalkan jabatannya. Hal itu diamini Subangkit yang mengaku telah berkomunikasi dengan pihak manajemen akan keputusannya tersebut. "Benar saya mundur, sebenarnya hanya performa tim yang tidak baik. Penampilan tim terlalu jauh turunnya. Manajemen oke saja mendengar keputusan ini," tukas Subangkit. Di sisi lain, pihak manajemen telah mempertimbangkan beberapa opsi pelatih baru untuk menjadi suksesor Subangkit. Dikabarkan, asisten pelatih Sukardi akan menjadi karteker sebelum manajemen menemukan pelatih baru. "Untuk pelatih kami masih mencari pelatih yang terbaik. Ada enam nama kandidat pelatih, tapi sudah punya tim. Semoga hingga paruh musim berakhir kami sudah ada kandidatnya," ujar Manajer Operasional Mitra Kukar, Suwanto.

Di bawah kepemimpinan eks pelatih Sriwijaya FC itu Mitra Kukar sempat tampil menyakinkan dengan tidak terkalahkan dalam enam laga awal ISC. Pasukan 'Naga Mekes' pun sempat menduduki peringkat kedua klasemen pada pekan keenam. Akan tetapi, penampilan Hendra Adi Bayauw dkk turun drastis dalam tujuh laga lanjutan dengan hanya mengamankan 4 poin. Walhasil, posisi Mitra Kukar di klasemen pun terperosok tajam hingga kini menghuni posisi sembilan dengan 16 poin dari 13 pertandingan yang telah dilalui. Sementara itu, Bali United gagal mengudeta Persipura Jayapura dari peringkat ketujuh klasemen ISC setelah tidak mampu meraih poin penuh di depan pendukung sendiri. Saat berlaga di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, pasukan 'Serdadu Tridatu'--julukan Bali United--ditahan imbang 1-1 oleh tim tamu Persegres Gresik United, Senin (1/8).

Skuat asuhan Indra Sjafri seja-tinya tinggal selangkah lagi merengkuh kemenangan. Namun, gol kemenangan Ricky Fajrin pada menit ke-87 harus sirna setelah pemain asal Korea Selatan Oh In-kyun secara ajaib menyamakan kedudukan hanya 2 menit berselang. Skor 1-1 pun bertahan hingga laga usai. Hasil itu membuat Bali United gagal memaksimalkan tiga laga kandang beruntun, yang seluruhnya berakhir seri.

Krisis bek
Persiapan timnas Indonesia U-19 sedikit terganggu akibat terbatasnya stok bek kiri. Kondisi itu tentu membuat pelatih Eduard Tjong pusing tujuh keliling. Pasalnya, Edu sapaan Eduard mengatakan sudah tidak ada waktu untuk melakukan seleksi kembali mengingat ajang Piala AFF U-19 tinggal satu bulan lagi. "Kami sudah tak punya waktu untuk seleksi pemain baru lagi. Makanya kami lebih memilih meminta rekomendasi dari pelatih klub-klub ISC yang memiliki pemain bagus ke kami," sebut pelatih asal Solo itu. Seleksi tahap pertama timnas Indonesia U-19 akan segera ber-akhir pada 8 Agustus mendatang, menyisakan 25 nama pemain dari 40 pemain yang mengikuti seleksi. Pemusatan latihan pun akan di-pindahkan ke Yogyakarta untuk mematangkan skuat dan melakoni beberapa laga uji coba. "Kami berencana bertanding melawan Filipina 18 Agustus, kemudian menghadapi Singapura 20 Agustus. Tempatnya di Stadion Maguwoharjo," imbuh Edu.(R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya