Evolusi Barometer Kebugaran

Berbagai sumber/Ash/R-1
01/8/2015 00:00
Evolusi Barometer Kebugaran
(AFP/MOHD FYROL)
JIKA dibandingkan dengan trofi Liga Primer, Piala FA, atau bahkan Piala Liga, gengsi di ajang Community Shield memang kurang mentereng.

Bahkan, pada 2008 lalu, Sir Alex Ferguson memberi label turnamen itu hanya sebagai barometer kebugaran.

"Ini (Community Shield) selalu menjadi pertandingan yang tidak kami seriusi, kami hanya menggunakannya sebagai barometer kebugaran," jelas pria yang ketika itu menukangi Manchester United.

Meskipun demikian, posisi Community Shield di sepak bola Inggris kini terbilang bagus.

Saat terbentuk pada 1898, ajang itu bernama Sheriff of London Charity Shield dan hanya mempertemukan tim profesional dengan tim amatir terbaik tanpa ada indikator yang jelas.

Misalnya, pada 1904, Corinthians yang mewakili tim amatir bisa mengubur juara Piala FA, Bury, 10-3.

Namun, konsep itu tak bertahan lama karena pada 1908, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengambil alih penyelenggaraan itu dan mengubahnya menjadi FA Charity Shield.

Partai perdana yang dimainkan ialah Manchester United (mewakili Divisi Satu) kontra Queens Park Rangers (Divisi Selatan).

Kala itu, MU menang lewat dua kali pertandingan, yaitu 1-1 dan 4-0 di Stamford Bridge yang kemudian menjadikan itu sebagai satu-satunya laga FA Charity Shield yang dimainkan dua leg sepanjang sejarah.

Akan tetapi, itu tak cukup mengangkat derajat FA Charity Shield.

Pada 1971, juara Liga Inggris sekaligus Piala FA Arsenal bahkan bisa membatalkan keikutsertaan mereka di ajang itu karena harus melakukan pertandingan persahabatan lain.

Penyelenggaraan FA Charity Shield baru mulai stabil pada 1974 ketika Sekretaris Jenderal FA kala itu, Ted Croker, mengajukan konsep yang dikenal hingga kini.

Dua klub yang berlaga haruslah jawara Liga Inggris kontra jawara Piala FA.

Waktu pertandingan pun diset sebelum musim dimulai sekaligus untuk menandai seminggu jelang kick-offLiga Primer.

Stadion penyelenggara pun tak lagi berpindah-pindah dan hanya dilangsungkan di stadion tertua di Inggris, Wembley.

Hanya, hingga era 1990-an, pertandingan yang berakhir imbang akan menghasilkan juara bersama dengan trofi disimpan kedua tim selama enam bulan.

Sistem adu penalti baru diperkenalkan pada 1993.

Seperti namanya, tujuan pertandingan itu ialah menggalang dana amal (charity) sesuai dengan kesepakatan dua tim yang bertarung.

FA mengklaim, lebih dari 5 juta pound sterling sudah didistribusikan untuk amal lewat laga itu.

Sayangnya, pada 2002, Komisi Amal Inggris menemukan kejanggalan yang dilakukan FA dalam turnamen itu.

Federasi itu tak mampu menyebut secara spesifik ke badan amal mana hasil penjualan tiket setelah laga itu terbang.

Akibatnya, setahun kemudian, nama kompetisi pembuka tirai Liga Primer berubah lagi menjadi Community Shield hingga saat ini.

Arsenal merupakan juara pertama Community Shield lewat kemenangan tipis 1-0 atas Liverpool.

Hingga saat ini, MU menjadi tim paling sukses di ajang lepas tersebut dengan 16 gelar (plus 4 gelar bersama).

Arsenal menjadi juara bertahan sekaligus tim tersukses kedua dengan 12 gelar (plus 1 juara bersama) disusul Liverpool 10 titel (plus 5 juara bersama).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya