Fokus Menjaga Stamina di Sao Pulo

(Mag/Rul/Gnr/R-2)
30/7/2016 00:40
Fokus Menjaga Stamina di Sao Pulo
()

SEBAGAI cabang yang paling sering menyumbangkan medali emas bagi Indonesia di Olimpiade, wajar jika segala asa dan beban berada di pundak 10 pebulu tangkis yang kini sudah menjalani persiapan akhir di Sao Pulo, Brasil. Kondisi itu bukannya tidak disadari para pebulu tangkis dan ofisial tim. Untuk itu, intensitas latihan mereka pun sudah diturunkan dan persiapan lebih fokus pada perawatan stamina serta sisi psikologis. "Di Sao Paulo, para atlet menjalani karantina dan punya beberapa hari untuk beradaptasi dulu dengan iklim di Brasil. Intensitas latihan juga tidak setinggi saat masih di Jakarta. Di Sao Paulo itu diutamakan untuk menjaga kebugaran fisik," kata manajer tim bulu tangkis Indonedia di Olimpiade 2016, Rexy Mainaky. Para pebulu tangkis bakal menjalani pertandingan pada 11-20 Agustus mendatang. Sebelum berangkat, mereka sempat menjalani karantina di Kudus, Jawa Tengah. Di Brasil, selain berlatih untuk kebugaran, mereka juga melatih keterampilan teknis. Oleh karena itulah, beberapa pebulu tangkis yang tidak mengikuti Olimpiade juga dikirim untuk menjadi lawan bermain dalam latihan.

Undian pertandingan sudah diumumkan beberapa hari lalu oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Berdasarkan undian tersebut, setiap pemain bersiap diri dengan mempelajari gaya bermain lawan. Sementara itu, para atlet panahan mengaku sudah mengantisipasi cuaca buruk yang mungkin terjadi di Rio. Untuk itu, mereka kadang sengaja berlatih saat hujan deras. "Kami sudah sering berlatih saat hujan, sudah diantisiapsi," kata salah seorang pemanah, Ika Yuliana. Indonesia meloloskan empat pemanah ke Olimpiade. Selain Ika yang bertempur di nomor recurve individu putri, Riau Ega Salsabila di nomor recurve individu putra, dan trio Riau Ega, Muhammad Hanif Wijaya, dan Hendra Purnama di nomor recurve beregu putra. Ika dan Ega memastikan tiket Olimpiade dari Kejuaraan Dunia 2015 di Denmark, sedangkan tim recurve putra mendapat tiket seusai menyabet emas di Kejuaraaan Dunia Panahan tahun ini di Antalya, Turki. Dari cabang angkat besi, tekad untuk melanjutkan tradisi medali di Olimpiade terus digaungkan.

Untuk itu, berbagai program latihan pun dilakukan demi meningkatkan performa atlet jelang ajang yang digelar pada 5-21 Agustus mendatang tersebut.
Salah satunya ialah memasang target angkatan yang harus dicapai para atlet. Eko Dwi Yulianto, contohnya. Atlet yang mewakili Indonesia di kelas 62 kg tersebut dipatok harus bisa mengangkat total angkatan 335 kg demi mencapai target medali di Olimpiade. "Saya belum bisa mencapai target itu, masih kurang 10 kg lagi dari target yang diharapkan pelatih. Tapi, saya harap sebelum Olimpiade nanti target tersebut sudah bisa tercapai," ujar Eko kepada Media Indonesia, Kamis (28/7). Dalam sejarah Olimpiade Indonesia, angkat besi menjadi penyumbang medali kedua terbanyak setelah bulu tangkis. Sejak tampil di Olimpiade Sydney pada era 2000 hingga Olimpiade London 2012 lalu, tercatat kontingen angkat besi berhasil mengumpulkan 8 medali, dengan rincian 3 perak dan 5 perunggu.

Para lifter pun tampil memuaskan di ajang Kejuaraan Dunia di Houston, Amerika Serikat, pada 20-28 November 2015 lalu yang merupakan ajang kualifikasi ke Olimpiade. Saat itu, para lifter mendapat peringkat 7-12 dengan raihan 86 poin sehingga berhak mendapatkan tujuh kuota yang terdiri atas 5 putera dan 2 puteri. Mereka adalah Eko, Triyatno (69 kg), Deni (69 kg), M Hasbi (62 kg), I Ketut Ariana (77 kg), Sri Wahyuni Agustiani (48 kg), dan Dewi Safitri (53 kg). Melihat performa para atlet yang mengalami peningkatan, Karena melatih pelatnas angkat besi Dirja Wihardja tetap optimistis skuatnya bisa memperoleh medali. Berbeda target dengan Eko, Dirja berharap untuk kali ini skuatnya mampu mengawinkan medali dari putra dan putri. "Menjelang Olimpiade, para atlet kami fokuskan pada latihan peningkatan kekuatan 3%-5% dari rekor angkatan mereka, khususnya angkatan terbaik di squat (jongkok) dan pull (tarik). Meeka mencoba angkatan snatch dan clean & jerk seberat angkatan pertama yang nanti diangkat di Olimpiade," ujar Dirja.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya