Pelaku Sepak Bola Gajah Berharap Pemutihan Hukuman

Satria Sakti Utama
31/7/2015 00:00
Pelaku Sepak Bola Gajah Berharap Pemutihan Hukuman
( ANTARA/Sigid Kurniawan)
DELAPAN pelaku sepak bola gajah asal klub PSS Sleman mencoba terus menghidupkan kembali asa untuk menatap masa depan di dunia sepak bola. Jalan keluar terbaru yang coba diambil ialah mengirimkan surat pengakuan yang telah ditandatangani delapan pemain tersebut kepada Kemenpora.

Sebelumnya, akibat kasus sepak bola gajah, beberapa pemain-pemain PSS sudah dihukum Komisi Disiplin (Komdis) PSSI pada November tahun lalu. Hukuman tersebut berupa hukuman satu tahun masa percobaan dan yang terberat ialah larangan berkiprah seumur hidup.

"Mereka semua sudah bercerita secara detail kejadian sebenarnya dalam surat tersebut. Artinya, ini adalah usaha mereka yang tidak bisa ditarik mundur lagi agar profesi mereka bisa hidup kembali," ungkap Sekretaris Umum Slemania Sanusi saat acara Kupas tuntas Sepak Bola Gajah PSS SLeman vs PSIS Semarang di Yogyakarta, Rabu (29/7).

Saat menanggapi hal tersebut, Menpora Imam Nahrawi mengaku terbuka apabila para pemain PSS ingin bertemu dengannya.

"Waktu itu tim sembilan sudah panggil mereka, tapi mereka tidak mau datang karena takut azab. Namun, kalau mereka datang lagi ke sini, kami akan terima dengan lapang hati," kata Menpora.

Dalam acara acara Kupas tuntas Sepak Bola Gajah PSS SLeman vs PSIS Semarang, ditemukan fakta bahwa manajer umum PSS Sleman, Supardjiono, merupakan dalang dari berlangsungnya sepak bola gajah tersebut.

Hal itu diungkapkan salah satu pemain PSS Sleman yang disamarkan namanya menjadi Ronald. Ronald mengaku mendapat instruksi dari manajer umum PSS Sleman waktu itu, Supardjiono, untuk membuat gol bunuh diri pada menit ke-70.

Pernyataan pemain PSS lain, Satria Aji, mengungkapkan jika drama kebohongan juga terjadi saat adanya sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

"Kami (pemain) seperti mengikuti drama. Intinya jangan mengaku siapa yang memberi perintah. Kami sebetulnya sempat berpikir dua kali untuk melakukan hal itu, tapi kami diberi jaminan jika melakukan instruksi, yakni bisa terus bermain untuk PSS dan dijanjikan kompensasi," ungkap Satria.(Sat/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya