Tour de Jakarta Jadi Ajang Uji Coba

(Gnr/Mag/R-2)
27/7/2016 04:40
Tour de Jakarta Jadi Ajang Uji Coba
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

KEJUARAAN balap sepeda internasional Tour de Jakarta 2016 yang akan berlangsung pada Sabtu (30/7) menjadi salah satu ajang uji coba bagi para pembalap sepeda Pelatnas SEA Games 2017 Malaysia dan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Direktur Performa Tingkat Tinggi Satlak Prima Denny Gumulya mengatakan lomba yang masuk sebagai balapan kategori 1.2 di Federasi Balap Sepeda Internasional (UCI) itu tak hanya menjadi ajang uji coba bagi pembalap nomor jalan raya, tapi juga para pembalap di nomor trek.

“Mereka kini ikut dalam beberapa tim yang akan ambil bagian dalam Tour de Jakarta, di antaranya Pegasus Continental Cycling Team. Kami ikutkan pembalap nomor trek pada balapan ini karena balapan trek sangat minim. Kalau jarang ikut lomba, nanti bisa tidak menyumbangkan medali,” kata Denny di Jakarta, selasa (26/7). Balapan Tour de Jakarta 2016 yang digelar Ikatan Penggiat Olahraga Sepeda Jakarta (IPSJ) dan Kementerian Pariwisata itu merupakan balap-an satu hari yang menempuh jarak 175,5 km, dengan mengambil titik start dan finis di depan Gedung Bank Indonesia di kawasan Thamrin, Jakarta.

Balapan yang diikuti 19 tim itu bertipe sirkuit dengan 13 putaran mengitari kawasan Sudirman-Thamrin. Ketua IPSJ yang juga Ketua Penyelenggara Tour de Jakarta 2016 Perry H Josoha-disoerjo mengatakan ajang yang sudah 12 kali digelar sejak 1994 itu ditujukan sebagai momen pembinaan pembalap nasional agar mampu berprestasi di ajang internasional. Sebagai bentuk pembinaan pembalap nasional, IPSJ juga menyiapkan hadiah bagi pembalap nasional terbaik di balapan tersebut. \Pada bagian lain, para pemanah diminta untuk bersiap tampil dalam kondisi hujan untuk mengantisipasi cuaca di Rio de Janeiro, Brasil, saat pelaksanaan Olimpiade 2016 nanti. Di Rio diperkirakan bakal terjadi hujan pada pekan pertama Agustus. “Ini akan menjadi tantangan, bukan bagi atlet panahan saja, melainkan semua atlet karena kalau hujan persiapannya pasti akan beda lagi. Panahan ini termasuk cabang akurasi, tetapi tetap kalaupun sudah presisi, tiba-tiba petir, hasilnya bisa berubah,” ujar Chef de mission Indonesia, Raja Sapta Oktohari, selasa (26/7). Salah satu pemanah putri pelatnas Olimpiade, Ika Yuliana, mengaku sudah siap tempur. (Gnr/Mag/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya