HANYA dua hari setelah mengantar Meksiko juara Piala Emas CONCACAF, pelatih Miguel Herrera langsung dipecat dari jabatannya.
Ironi itu diakibatkan ulahnya sendiri yang meninju seorang jurnalis televisi Christian Martinoli.
"Setelah mendengar pendapat dari banyak pihak, saya membuat keputusan untuk memecat Herrera. Itu bukan keputusan mudah, tapi saya yakin ini adalah keputusan tepat," kata Presiden Federasi Sepak Bola Meksiko Decio de Maria.
Insiden bermula saat Herrera dan Martinoli bertemu di Bandara Philadelphia, Senin (27/7) atau sehari setelah kemenangan Meksiko 3-1 atas Jamaika di final.
Kepada media AS Mexico, Martinoli mengisahkan bahwa juru taktik berusia 47 tahun itu meninju lehernya sesaat setelah melewati gerbang sekuriti.
Herrera, imbuhnya, diduga kesal dengan kritik Martinoli selama Piala Emas.
Sumber lain yang dikutip juga membenarkan bahwa mantan pelatih El Tri itu berteriak menantang Martinoli untuk berduel di luar ruang tunggu bandara.
"Dia mungkin akan menyangkal semuanya, saya yakin itu," tuduh Martinoli.
Atas kejadian tersebut, Herrera meminta maaf kepada seluruh anak asuhnya di timnas, fan, juga media lain terkait dengan pemukulan itu.
Ia terlihat menyesal dengan tindakan emosionalnya tersebut dan mengakhiri kariernya di timnas Meksiko dengan berat hati.
"Jelas ini bukan hal yang pantas dilakukan oleh pelatih tim nasional Meksiko meski saya juga banyak menerima kritik yang juga ditujukan untuk menghina keluarga saya," kata Herrera.
Pemecatan itu bak klimaks dari buruknya penampilan Meksiko di turnamen dua tahunan itu.
Meski tampil ganas di partai pamungkas, Andres Guardado dkk harus dibantu oleh hadiah penalti kontroversial agar bisa lolos dari perempat final dan semifinal.
Dengan demikian, Herrera dipastikan tak bisa mendampingi tim saat melakoni play-off Piala Konfederasi 2018 kontra Amerika Serikat, Oktober mendatang.
Federasi pun sudah mulai membahas nama yang akan menggantikan posisi Herrera.
Di antara kandidat yang muncul, terdapat nama pendahulu Juergen Klinsmann di timnas Amerika Serikat Bob Bradley dan eks juru ramu Argentina plus Cile Marcelo Bielsa.