Perkampungan Atlet Dibuka, Langsung Diboikot Australia

Basuki Eka Purnama
25/7/2016 08:05
Perkampungan Atlet Dibuka, Langsung Diboikot Australia
(Militer Brasil patroli di jembatan yang menuju kampung atlet di Barra da Tijuca--AFP/TASSO MARCELO)

PERKAMPUNGAN atlet di Rio de Janeiro secara resmi dibuka pada Minggu (24/7), kurang dari dua pekan sebelum Olimpiade 2016. Namun, Australia, Britania Raya, dan Brasil menyebut fasilitas itu tidak siap dan tidak aman.

Kritik ini adalah pukulan memalukan lain bagi Brasil yang kesulitan membuktikan bahwa segalanya berjalan dengan baik menjelang pembukaan Olimpiade 2016 pada 5 Agustus seiring rendahnya angka penjualan tiket dan perlawanan dari warga terkait resesi yang terjadi di negara itu.

Perkampungan atlet yang terdiri dari 31 bangunan di Distrik Barra da Tijuca, barat Rio de Janeiro, direncanakan akan menampung 18 ribu atlet dan ofisial selama beberapa pekan ke depan.

Namun, kontingen Australia langsung memboikot perkampungan atlet itu karena ada alasan ada masalah pada listrik dan air di kompleks itu. Atlet asal 'Negeri Kangguru' itu untuk sementara akan ditempatkan di sejumlah hotel di dekat perkampungan atlet itu.

"Masalah yang ada mencakup toilet yang tersumbat, pipa yang bocor, kabel telanjang, tangga yang gelap, dan lantai yang sangat kotor," ungkap kepala kontingen Australia Kitty Chiller.

Menurut Chiller, saat meninjau perkampungan atlet itu, kontingen Australia mencoba menyalakan air dan listrik di sejumlah kamar.

"Air mengalir dari tembok, ada bau gas di sejumlah kamar, dan ada sejumlah kabel listrik yang korslet," tegasnya.

Chiller mengatakan masalah yang sama juga dihadapi oleh kontingen Britania Raya dan Selandia Baru.

Seorang juru bicara kontingen Britania Raya mengakui bahwa mereka menghadapi masalah seperti yang disebutkan Chiller.

Namun, dia menggarisbawahi bahwa masalah itu adalah hal biasa di bangunan baru seperti itu dan kini bekerja sama dengan panitia Olimpiade untuk mengatasinya.

Saat ini, kontingen Britania Raya belum masuk ke kompleks perkampungan atlet dan tengah menjalani persiapan di Belo Horizonte.

Bahkan, kontingen Brasil yang seharusnya masuk ke perkampungan atlet pada Minggu (24/7) memutuskan untuk tinggal di hotel hingga perbaikan selesai dilakukan. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya