Virus Zika Tak Perlu Dikhawatirkan

Ghani Nurcahyadi
24/7/2016 19:36
Virus Zika Tak Perlu Dikhawatirkan
(Ilustrasi---Dok. MI)

MEREBAKNYA virus Zika yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti di Brasil, tidak menjadi salah satu kekhawatiran kontingen Indonesia yang akan berlaga di multiajang Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016 5-21 Agustus mendatang. Komandan kontingen (CdM) Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengungkapkan penyebaran virus Zika, jauh dari kompleks pertandingan di multiajang terbesar di dunia tu.

Menurut Okto—sapaan Oktohari—virus Zika banyak merebak di daerah utara Brasil yang jauh dari pusat kota Rio de Janeiro yang menjadi venue 28 cabang olahraga yang dipertandingkaan dalam seri ke-31 Olimpiade tersebut. Meski demikian, pria yang juga aktif sebagai promotor tinju itu mengatakan, cabor boleh menerapkan sejumlah upaya pencegahan untuk menangkal virus ZIka.

“Virus Zika ini melanda daerah yang letaknya jauh dari tempat pertandingan. Jadi, tidak perlu dikhawatirkan. Tapi tetap perlu diantisipasi. Kalau memang dirasa perlu menggunakan lotion antinyamuk, silahkan saja karena di Brasil juga bukan hanya nyamuk Aedes Aegypti saja disana. Asalakan penggunaannya jangan berlebihan,” kata Okto ditemui di sela-sela perayaan Hari Olimpiade di Jakarta, Minggu (24/7).

Virus Zika yang mewabah di Brasil menyebabkan penderitanya mengalami demam tinggi hingga berujung kematian. Bagi ibu hamil, virus Zika, anak yang dilahirkan mengalami kecacatan (microcephalus). Akibat virus ZIka, sejumlah atlet profesional dari cabang olahraga golf dan tenis membatalkan keikutsertaannya di Olimpiade Rio 2016.

Okto menambahkan, meski wabah ZIka jauh dari lokasi pertandingan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brasil untuk memantau kondisi penyebaran Zika di Brasil jelang keberangkatan kontingen Indonesia ke Olimpiade Rio 2016 pada Rabu (27/7).

Kontigen Indonesia berkekuatan 28 atlet dari 7 cabang olahraga, yaotu bulu tangkis (10), angkat besi (7), panahan (40, renang (2), atletik (2), dayung (2), dan balap sepeda (1). Selain ke-28 atlet, kontingen Indonesia akan terdiri dari 31 ofisial yang terdiri dari 19 ofisial teknis dan 12 ofisial non-teknis. Rombongan besar kontingen Indonesia dijadwalkan bertolak ke Brasil pada Rabu (27/7).

“Soal Perlengkapan kontingen tidak ada masalah. Saat ini, kita konsentrasi untuk membangkitkan semangat atlet agar di Rio de Janeiro nanti bisa mengembalikan tradisi emas Indonesia. yang hilang pada Olimpiade London, Inggris 2012. Slogan Indonesia Bisa Emas harus bisa diwujudkan di Brasil,” ujar Okto.

Wakil ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang mengatakan, segala proses administrasi atlet di Rio de Janeiro, kini sudah hampir rampung. Ia meminta atlet fokus bertanding di Olimpiade tanpa harus memikirkan hal lain demi kembalinya tradisisi emas Indonesia. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya