Menanti Pelampiasan Robin Van Persie

Asni Harismi
28/7/2015 00:00
Menanti Pelampiasan Robin Van Persie
(AFP/OZAN KOSE)
SHAKHTAR Donetsk bakal menjadi pelampiasan emosi Robin van Persie ketika menjalani debutnya bersama Fenerbahce. Dini hari nanti, klub asal Turki itu akan menjamu tamu dari Ukraina dalam laga pertama play-off putaran ketiga Liga Champions.

Kemarin, striker berusia 31 tahun itu sudah terlihat menjalani sesi latihan perdananya bersama Fenerbahce. Dengan mimik serius, ia menunjukkan kecepatan serta kelihaian mengolah bola sebagai isyarat kesiapannya jelang laga ini.

Ini merupakan kali pertama kemunculan penyerang tim nasional Belanda itu setelah diperkenalkan ke publik, pekan lalu. Sebelumnya, Van Persie ditransfer dari Manchester United seharga 4,7 juta pound karena merasa tak dibutuhkan lagi oleh pelatih Louis Van Gaal.

"Saya ingin berjuang lagi untuk mendapat tempat utama musim depan, tapi dia (Van Gaal) terang-terangan mengatakan itu tidak mungkin," ujar Van Persie.

Oleh karena itu, eks bomber the Gunners itu ingin membuktikan bahwa tajinya belum habis di laga nanti. Ia berhasrat mencetak gol debutnya bersama Fenerbahce dan membuka peluang bagi runner-up Super Liga musim lalu itu untuk melaju ke babak grup Liga Champions.

"Saya tidak marah atau emosi karena itu adalah bagian dari sepak bola, namun saya ingin terus maju dan inilah bentuk komitmen saya," imbuhnya.

Meski Van Persie menjadi sorotan utama, ia bukan satu-satunya debutan yang aksinya dinanti publik Stadion Sukru Saracoglu. Eks pemain 'Setan merah' lainnya, Nani, juga digadang-gadang bakal tampil sejak kick-off.

Sayangnya, pelatih Fenerbahce Vitor Pereira tidak ingin menjamin tempat keduanya sebagai starter di laga nanti. Pasalnya, mereka baru kurang dari satu bulan berada bersama tim sehingga masih butuh waktu untuk adaptasi dan hal itu dikhawatirkan mengganggu kekompakan tim.

"Saya sadar publik sangat menanti penampilan para pemain baru, tapi mereka baru berada di sini selama tiga minggu dan saya ingin menurunkan mereka di pertandingan yang tepat," kata pria asal Portugal ini.

Waspada pemain baru
Meski bakal tampil di kandang lawan, Shakhtar Donetsk tidak datang ke Istanbul dengan gentar. Apalagi, di sana mereka sudah pernah menang saat final Piala UEFA 2009 yang merupakan gelar pertama dan satu-satunya milik mereka di level Eropa.

Adalah pelatih Shakhtar saat ini, Mircea Lucescu, yang juga merupakan juru taktik pada 2009. Kini, pria berusia 69 tahun tersebut menargetkan untuk membawa pulang setidaknya hasil imbang di laga ini.

Hanya saja, juru ramu asal Rumania ini meminta anak-anak asuhnya untuk mewaspadai pembelian baru Fenerbahce. Jika tidak, mereka akan kesulitan menebus skor di laga kedua di kandang sendiri. "Sejak awal, saya tidak ingin melawan Fenerbahce. Pembelian baru mereka sangat bergaung di Ukraina dan itu membuat kami sangat waspada," katanya.

Terlebih lagi Donetsk untuk pertama kalinya akan bermain tanpa diperkuat trio Brasil, sebab Douglas Costa pindah ke Bayern Muenchen, striker Luiz Adriano hijrah ke AC Milan, dan gelandang bertahan Fernando juga menyeberang ke Seri A bersama Sampdoria.(AFP/AP/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya