Tudingan Politisasi dari Kremlin

(Guardian/BBC/Gnr/R-1)
23/7/2016 00:40
Tudingan Politisasi dari Kremlin
(AFP)

HANYA berselang hitungan jam setelah Badan Antidoping Dunia (WADA) merilis laporan mengenai dukungan negara terhadap penggunaan doping oleh atlet Rusia, Presiden Rusia Vladimir Putin langsung memberikan keterangan pers untuk menanggapi laporan yang dibuat profesor hukum asal Kanada, Richard McLaren. Reaksi Kremlin terhadap laporan WADA yang menyebut adanya keterlibatan negara, termasuk Kementerian Olahraga Rusia dan intelijen Rusia (FSB), dalam penggunaan doping secara masif yang dilakukan atlet Rusia di ajang Olimpiade musim panas dan Olimpiade musim dingin terhitung cepat. Biasanya pemerintah Rusia baru merespons sebuah isu yang menyerang mereka dalam beberapa hari. Dalam keterangannya, Putin secara tegas mengatakan laporan itu bersifat politis.

Ia meragukan kredibilitas sumber yang digunakan dalam menyusun laporan itu, yaitu mantan kepala antidoping di Laboratorium Moskow, Grigor Rodchenko. Ia pun menuding negara-negara Barat yang disponsori Amerika Serikat berada di belakang laporan tersebut. "Kini kita merasakan adanya keadaan yang berbahaya tentang intervensi politik dalam olahraga. Formula intervensinya berbeda, tapi tujuannya tetap sama, membuat olahraga sebagai bagian dari tekanan geopolitik dan menciptakan citra negatif terhadap negara dan warganya. Semangat Olimpiade untuk menyatukan kini berada di ambang perpecahan," tegas Putin. Lebih lanjut, Putin mengatakan akan membuka sebuah investigasi mendalam terhadap hasil laporan McLaren. Putin pun menegaskan akan memecat setiap orang yang terlibat dalam laporan itu. Namun, Menteri Olahraga, Vitaly Mutko, diduga aman dari ancaman pemecatan karena namanya tidak disebut secara langsung dalam laporan McLaren.

Wakil Mutko, Yuri Nagornykh, menjadi orang yang disebutkan secara jelas dalam laporan itu. Komite Olimpiade Internasional (IOC) baru akan mengambil sikap terhadap laporan McLaren, Minggu (24/7), melalui rapat dewan eksekutif. WADA, dalam keterangan mereka, selain membeberkan hasil temuan McLaren, juga meminta IOC untuk melarang semua atlet Rusia tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Brasil. Bila IOC mengabulkan tuntutan WADA, tentu ini menjadi pukulan telak kedua bagi Rusia. Bulan lalu, mereka telah menerima sanksi dari Federasi Atletik Internasional (IAAF) yang melarang seluruh atlet atletik Rusia tampil di Olimpiade Rio yang berlangsung 5-21 Agustus mendatang karena laporan penggunaan doping beberapa peraih medali dari Rusia pada Olimpiade 2012 London, Inggris, yang dirilis akhir tahun lalu.

Seruan pembubaran
Atlet Rusia sejatinya bisa tetap tampil di Olimpiade 2016 Rio jika IOC mengabulkan tuntutan WADA. Namun, mereka akan tampil dengan menjadi peserta netral yang menggunakan bendera IOC. Ini tentu sangat ditentang Kremlin karena Putin menjadikan olahraga sebagai sarana pembangun citra Rusia yang kuat setelah babak belur akibat runtuhnya Uni Soviet lebih dari dua dekade silam. Pemerintah Rusia memang bertindak cepat terhadap isu doping yang melibatkan atlet dari negara mereka. Terhadap sanksi IAAF, pemerintah Rusia sempat melobi IOC dan akhirnya mengajukan gugatan bersama 67 atlet atletik Rusia ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS). CAS kemudian menolak upaya banding yang dilakukan Rusia dan memperkuat putusan IAAF melalui keputusan yang diambil panel hakim yang diketuai Luigi Fumagalli, Kamis (21/7). Keputusan itu menimbulkan reaksi keras dari Mutko. Pria yang sudah menjabat sebagai Menteri Olahraga Rusia sejak 2008 itu pun menyerukan pembubaran IAAF.

"Ini saatnya membubarkan IAAF karena juri yang korup. Bagaimana Anda bisa mencitrakan sebagai olahragawan yang baik jika WADA saja tidak bisa menghasilkan fakta dan bukti," ujarnya dalam akun media sosialnya. Komentar lebih sinis diungkapkan peraih dua medali emas nomor lompat galah putri, Yelena Isinbayeva. Menurutnya, keputusan CAS yang menolak gugatan yang diajukannya bersama 66 atlet Rusia merupakan pemakaman untuk olahraga atletik. "Terima kasih semuanya. Ini pemakaman untuk olahraga atletik," tukasnya. Keputusan CAS sedikit banyak juga akan berpengaruh terhadap upaya Kremlin untuk menggunakan langkah legal terhadap laporan McLaren. Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, menyayangkan penolakan CAS yang dapat menjadi preseden buruk bagi upaya Kremlin menantang laporan McLaren. "Kami percaya prinsip tanggung jawab kolektif sangatlah sulit diterima karena ada banyak atlet yang tidak menggunakan doping," tandasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya