Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
STRATEGI tim Sky yang konsisten membentengi Chris Froome membuat pembalap sepeda asal Inggris itu terus kukuh di puncak klasemen umum Tour de France (TdF) 2016. Soliditas untuk terus melindungi Froome kembali ditunjukkan di etape ke-17.
Menjelang garis finis yang tinggal berjarak 2 km lagi, Froome bertarung sengit dengan bintang BMC, Richie Porte, yang ingin memangkas jarak poin dengan juara bertahan TdF itu. Pasalnya, di etape ke-18 nanti, peluang Porte mendekati Froome sangat besar.
Di etape yang akan digelar pada Kamis (21/7) malam WIB, akan digelar individual time trial (ITT). Di sana, peluang Porte untuk merebut pimpinan klasemen cukup besar. Sampai berita ini ditulis, balapan etape ke-18 masih berlangsung.
Pada pertarungan kedua pembalap mantan rekan satu tim itulah, empat pembalap tim Sky mulai memagari Froome. Dengan adanya rekan yang secara bergantian menjadi lokomotif di depan, Froome berhasil menyimpan banyak tenaga karena tidak harus berbenturan dengan angin.
Saat balapan tersisa 1 km lagi, Froome baru melakukan serangan (attack) melewati Porte dengan melakukan sprint sekencang-kencangnya.
Porte yang sudah kelelahan akhirnya tidak berhasil menjaga posisinya dan harus pasrah dilewati Froome yang melaju kencang. "Porte ialah pembalap yang baik. Tetapi berkat strategi tim, saya berhasil melewati dia," ujar Froome memuji mantan rekan satu timnya itu.
Pada etape ke 17, Froome memang tidak berhasil merebut finis terdepan. Bahkan saat pembalap Rusia, Katusha Ilnur Zakarin, menjadi yang pertama menyentuh garis finis, Froome masih berjarak sekitar 1,5 km.
Kendati tidak menjuarai etape ke-17, raihan waktu 2 menit 27 detik sudah cukup bagi Froome untuk mempertahan kaus kuning yang menjadi penanda pemimpin klasemen umum.
Sampai etape ke-17, Froome berada di posisi satu juara umum dengan total waktu 77 jam 25,10 detik, diikuti pembalap Trek, Bauke Mollema, dengan selisih 2,27 menit dan Adam Yates (Orica) dengan selisih 2,53 menit. Richie Porte berada di posisi ke-7, dengan selisih 5 menit lebih lama daripada Froome.
Tanjakan
Juara etape ke-17, Ilnur Zakarin, memulai laju lebih awal dari rombongan besar pembalap. Dia dibuntuti juara etape 16 Jarlison Pantano dan penyandang raja tanjakan Rafael Majka.
Namun, 5 km menjelang finis, Zakarin berhasil melaju meninggalkan Pantano. Saat memasuki 3 km menuju garis finis, Zakarin sudah membuat jarak 23 detik dari Pantano.
Meski berada sendirian di depan, dia tak mengendurkan kecepatannya dan melibas tanjakan dengan kemiringan 9 derajat tersebut. Di akhir lomba, Pantano finis 55 detik di belakangnya.
"Saya melakukan yang terbaik. Saya sangat senang. Terima kasih kepada rekan satu tim, mereka sangat super. Hasil ini tidak mengejutkan buat saya. Saya juga sudah berusaha meraih ini sejak pekan pertama," ucap Zakarin.
Sementara itu, pesaing yang tadinya diprediksi bisa menandingi Froome, yaitu pembalap Movistar, Nairo Quintana, justru semakin terpuruk di lima etape terakhir.
Pada etape ke-16, Quintana hanya finis di posisi 16 dengan waktu yang terpaut 8,27 menit dari Zakarin di posisi pertama. Kondisi itu membuat Quintana kehilangan momentum untuk memperbaiki catatan waktu. Sebaliknya, ia justru semakin menurun dengan menempati posisi empat dengan selisih 3 menit 27 detik dari Froome.(Skysport.com/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved