Skandal Doping Ganjal Kontingen Rusia

(Skysports/Mag/R-1)
20/7/2016 03:40
Skandal Doping Ganjal Kontingen Rusia
(AP Photo/Pavel Golovkin)

BADAN Antidoping Dunia (WADA) merekomendasikan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar melarang semua atlet Rusia untuk berlaga di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, di Brasil, pada 5-21 Agustus mendatang. Rekomendasi itu diumumkan WADA di situs resmi mereka sebagai tanggapan atas laporan independen yang dilakukan pakar hukum olahraga, Richard McLaren, yang menemukan bukti kuat bahwa Rusia mendukung do­ping untuk semua atlet pada Olimpiade Musim Dingin Sochi pada 2014 lalu.

WADA membuka celah pengecualian, tapi atlet Rusia yang mendapatkan penge­cualian itu harus sudah melalui persetujuan IOC dan PIC (Komite Paralympic Internasional), juga pihak-pihak lain yang posisinya netral. McLaren melaporkan sistem doping massal untuk para atlet Rusia itu dilakukan secara sistematis dan melibatkan negara. Bukti-bukti menunjukkan upaya untuk menutup-nutupi doping dikoordinasi Pusat Persiapan Olahraga yang dioperasikan pemerintah Rusia. Ada indikasi atlet-atlet juga diinstruksikan bagaimana memanipulasi uji urine.

Presiden WADA, Sir Craig Reedie, menuturkan ia belum pernah mendapatkan laporan seperti itu sebelumnya. “Ada indikasi pemerintah suatu negara melakukan kerja sama dengan laboratorium untuk memanipulasi hasil demi mendukung para atlet mereka,” katanya. McLaren melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti pengakuan mantan Ketua La­boratorium Nasional Antido­ping Rusia, Grigory Rodchenkov. Rodchenkov mengaku memberikan doping kepada belasan atlet Rusia sebelum Olimpiade Sochi.

Pada Juni lalu, IOC menyatakan dukungan terhadap sebuah keputusan yang diambil Badan Atletik Dunia (IAAF) yang menyatakan atlet Rusia dilarang ikut Olimpiade. Saat menanggapi pernyataan dukungan IOC bulan lalu itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tak adil jika atlet Rusia dilarang bertanding dalam kompetisi internasional, termasuk Olimpiade 2016. “Ada prinsip-prinsip hukum yang diakui secara universal dan salah satunya ialah tanggung jawab itu terletak pada perseorangan,” kata Putin. Putin sendiri sudah mengumumkan pemecatan Menteri Olahraga Vitaly Mutko. Itu dilakukan sambil menunggu hasil penyelidikan karena Putin juga meragukan kebenaran laporan dari WADA. Putin juga menuding nuansa politik melatarbelakangi skandal doping itu. (Skysports/Mag/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya