Sisa Dana Olimpiade CairGhani Nurcahyadi

Ghani Nurcahyadi
20/7/2016 03:30
Sisa Dana Olimpiade CairGhani Nurcahyadi
(Antara)

KEBUTUHAN dana kontingen Indonesia di Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016 dipastikan segera terpenuhi. Komite Olimpiade Indonesia dan Tim Ketua Kontingen (CdM) Olimpiade telah tuntas menyusun laporan penggunaan dana yang langsung diserahkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa (19/7). Sebelumnya, dari Rp35 miliar yang diterima KOI dan CdM untuk kebutuhan keberangkatan atlet dan akomodasi kontingen selama di Rio, baru 70% yang dicairkan pihak Kemenpora kepada KOI atau sebesar Rp24,5 miliar. Sisa sebesar Rp10,5 miliar akan dibayarkan seusai laporan penggunaan anggaran diserahkan. Hal itu wajar dalam proses pencairan anggaran negara.

“Staf keuangan kami telah menyelesaikan laporan penggunaan dana itu dan langsung diserahkan kepada Kemenpora. Sebelum Olimpiade dimulai, memang ada sejumlah dana yang harus dibayarkan terlebih dahulu, seperti tiket pesawat dan biaya perlengkap­an umum kon­tingen,” kata Sekretaris Jenderal KOI, Doddy Iswandi, kepada Media Indonesia, Sealsa (19/7). Dengan selesainya laporan penggunaan anggaran itu, Doddy berharap sisa dana untuk kontingen Olimpiade Indonesia bisa segera dicairkan Kemenpora sebelum 28 atlet Indonesia dari tujuh cabang olahraga berlaga di multiajang empat tahunan tersebut. Salah satunya untuk keperluan melunasi sejumlah kebutuhan yang disewa di Rio.
Di samping dana dari pemerintah, lanjut Doddy, KOI juga telah menjalin kerja sama dengan produsen peralatan olahraga, Yonex. Kerja sama yang dirintis sejak KOI dike­tuai Rita Subowo itu berlanjut hingga 2019.

Secara terpisah, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S Dewa Broto mengatakan segera mengecek laporan penggunaan dana kontingen dari KOI. Ia berkomitmen segera menyerahkan sisa dana 30% kepada CdM dan KOI agar kontingen Indonesia nyaman berlaga di Olimpiade Rio 2016. “Kami berprinsip cepat memprosesnya. Setelah dilakukan verifikasi dalam tempo 3-4 hari, sisa dana sudah bisa dicairkan ke KOI yang kemudian meneruskan kepada CdM. Untuk itu, kami bahkan berharap sebelum Olimpiade digelar (5-21 Agustus), seluruh dana sudah bisa diterima kontingen Indonesia,” kata Gatot kepada Media Indonesia.

Uang saku atlet
CdM Indonesia Raja Sapta Oktohari mengungkapkan setiap atlet Indonesia yang berlaga di Olimpiade Rio 2016 akan menerima uang saku sebesar US$241 (Rp3,15 juta) setiap hari. Dana untuk uang saku atlet saat ini masih ada di tangan KOI. “Akan kami berikan sebelum mereka berangkat ke Brasil. Tapi kalaupun tidak bisa sebelum berangkat, uang saku itu akan kami berikan kepada atlet ketika berada di Brasil. Kami berikan langsung dalam bentuk dolar,” kata pria yang juga aktif sebagai promotor tinju itu. Uang saku sebesar US$241, lanjut Okto, tidak akan diberikan sekaligus kepada atlet. CdM hanya akan memberikan setengah dari jumlah tersebut, setengahnya lagi akan diserahkan kepada atlet sekembalinya dari berlaga di Olimpiade Rio 2016. “Ini agar mereka punya pegangan di Indonesia.” Indonesia meloloskan 28 atlet ke multiajang terbesar di dunia itu. Cabang olahraga bulu tangkis menjadi penyumbang terbanyak kontingen Indonesia dengan 10 atlet, disusul angkat besi dengan 7 atlet, panahan 4 atlet, dayung 2 atlet, atletik 2 atlet, renang 2 atlet, dan balap sepeda 1 atlet. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya