WADA Minta Rusia Dicoret dari Olimpiade 2016

Maggie Nuansa Mahardika
19/7/2016 18:19
WADA Minta Rusia Dicoret dari Olimpiade 2016
(AFP)

BADAN Antidoping Dunia (WADA) merekomendasikan pada Komite Olimpiade Internasional (IOC) agar melarang semua atlet Rusia untuk berlaga di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, pada 5 hingga 21 Agustus mendatang.

Rekomendasi itu diumumkan WADA pada laman resminya sebagai tanggapan atas laporan independen yang dilakukan pakar hukum olahraga, Prof Richard McLaren, yang menemukan bukti yang kuat bahwa Rusia mendukung doping untuk semua atlet pada Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014 lalu.

WADA membuka celah pengecualian, tetapi atlet Rusia yang mendapatkan pengecualian itu harus sudah melalui persetujuan IOC dan PIC, juga pihak-pihak lain yang posisinya netral.

McLaren melaporkan, sistem doping massal untuk para atlet Rusia itu dilakukan secara sistematis dan melibatkan negara. Bukti-bukti menunjukkan upaya untuk menutup-nutupi doping dikoordinasi oleh Pusat Persiapan Olahraga yang dioperasikan pemerintah Rusia. Ada indikasi atlet-atlet juga diinstruksikan bagaimana memanipulasi uji urine.

Presiden WADA Sir Craig Reedie menuturkan dirinya belum pernah mendapatkan laporan seperti ini sebelumnya. "Saya tidak pernah mendapat laporan seperti ini, bahwa ada indikasi pemerintah suatu negara, melakukan kerja sama dengan laboratorium untuk memanipulasi hasil demi mendukung para atletnya. Ini akan menjadi tantangan untuk sistem antidoping. Orang-orang bilang sistem antidoping kami tak berjalan untuk hal ini," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Mc Laren melakukan penyelidikan untuk menindaklanjuti pengakuan mantan ketua laboratorium nasional antidoping Rusia, Grigory Rodchenkov. Rodchenkov mengaku memberikan doping kepada belasan atlet Rusia sebelum Olimpiade Sochi.

Pada Juni lalu, IOC menyatakan dukungan terhadap sebuah keputusan yang diambil Badan Atletik Dunia (IAAF) yang menyatakan atlet Rusia harus tetap dilarang ikut serta Olimpiade tahun ini. Menanggapi pernyataan dukungan IOC bulan lalu itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan tidak adil jika atlet Rusia dilarang bertanding dalam kompetisi internasional, termasuk Olimpiade 2016.

"Ada prinsip-prinsip hukum yang diakui secara universal dan salah satunya adalah tanggung jawab itu terletak pada perseorangan," kata Putin.

Putin sendiri sudah mengumumkan pemecatan Menteri Olahraga Vitaly Mutko. Itu dilakukan sambil menunggu hasil penyelidikan karena Putin juga meragukan kebenaran laporan dari WADA. Putin juga menuding mencatat bahwa politik melatarbelakangi skandal doping itu. (Skysports/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya