Atlet Wajib Jaga Kondisi Fisik sebelum ke Olimpiade

Gnr/Rul/R-3
19/7/2016 05:51
Atlet Wajib Jaga Kondisi Fisik sebelum ke Olimpiade
(ANTARA/Wahyu Putro A)

PARA atlet yang lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016, di Brasil, dituntut tetap menjaga kondisi fisik.

Hal itu bertujuan agar mereka bisa tampil habis-habisan saat pergelaran itu dimulai dan agar mereka terhindar dari wabah virus zika yang kini sedang merebak di Brasil.

"Olimpiade tinggal sebulan lagi. Mereka harus konsisten menjaga fisik. Saat ini mereka sudah tidak bisa main-main lagi," ujar Ketua Kontingen (Chief de Mission) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, di Jakarta, kemarin.

Demi memberikan kenyamanan bagi atlet dan menjaga kebugaran atlet dari penerbangan jarak jauh yang harus ditempuh, Okto akan memberikan kursi kelas satu kepada mereka dalam penerbangan ke Rio de Janeiro.

Rombongan besar kontingen Indonesia dijadwalkan bertolak ke Rio pada 27 Juli mendatang.

Tidak semua atlet cabang olahraga berangkat bersama-sama ke Rio.

Sejumlah atlet cabor bertolak ke Rio melalui tempat mereka melakukan training camp (latihan terpusat), seperti cabor angkat besi yang kini berlatih di Cape Town, Afrika Selatan, dan cabor dayung yang kini berlatih di Amsterdam, Belanda.

Kontingen Indonesia pada Olimpiade Rio 2016 kini berjumlah 28 atlet dari 7 cabang olahraga, yaitu bulu tangkis (10), angkat besi (7), panahan (4), dayung (2), atletik (2), renang (2), dan balap sepeda (1).

Dari 28 atlet yang lolos, 3 di antara mereka berlaga di Rio 2016 dengan fasilitas wild card, yaitu Glenn Victor Sutanto, Yessy Yosaputra (renang), Sudirman Hadi (atletik).

Sementara itu, Okto juga mulai merealisasikan janjinya dengan memberikan bonus sebesar Rp100 juta kepada atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade.

Bonus diberikan kepada atlet yang lolos melalui kualifikasi.

Meskipun demikian, Okto menegaskan tetap memberikan fasilitas serupa bagi atlet pemegang tiket wild card meski tidak diberi bonus.

Sementara itu, kendati hanya mendapatkan kesempatan berlatih sebulan lantaran baru saja mendapatkan kepastian wild card ke Rio, sprinter Sudirman Hadi mengaku sudah siap berlaga di sana.

Sudirman mendapat kabar dari pelatih Agus Ngamel, 4 Juli tengah malam lalu, terkait dengan keputusan Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) yang memberangkatkan dirinya ke Brasil melalui wild card yang diberikan Federasi Atletik Internasional (IAAF).

Atlet asal Nusa Tenggara Barat itu mengaku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan agar bisa memetik banyak pengalaman dalam pesta akbar olahraga di dunia itu.

"Target saya bisa melebihi rekor pribadi saya dan tidak tereliminasi di babak pertama dan terus bisa melaju ke babak selanjutnya," jelasnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya