PERSIAPAN Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Tanah Air, di Jakarta dan Palembang, terus berlanjut. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berencana meresmikan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 pada Agustus.
"Semua sedang dirapatkan, masalah maskot, relawan, dan panitia semua sudah ada. Pokoknya Agustus harus sudah siap. Kepala manajemen Asian Games itu si Bayu (Bayu Priawan Djokosoetono, CEO Blue Bird) sedang menyiapkan semuanya. Rilisnya nanti bareng sama kedatangan OCA (Dewan Olimpiade Asia) di Agustus," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi seusai halalbihalal di Kantor Kemenpora, kemarin.
Menjelang perhelatan pesta olahraga antarnegara Asia tersebut, Indonesia sebagai tuan rumah juga telah mempersiapkan berbagai hal, tak terkecuali dana garansi bank dan kampanye iklan serta humas sebagai bentuk jaminan tuan rumah Asian Games 2018 sebanyak US$17 juta.
"Uang itu akan dibayar dulu karena nanti khawatirnya pada 4 Agustus, saat pertemuan dengan komisioner, kami ditagih. Pada September di Turkmenistan juga bisa ditagih lagi. Sebenarnya dana sudah ada. Namun, kami belum mengirimkan uangnya ke rekening OCA yang dikasih oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) karena bagi kami tidak semudah itu mengirimkan uang, kami harus memeriksa dan memastikan uang itu benar-benar sampai ke OCA," ujar Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Gatot S Dewa Broto saat diwawancarai pada kesempatan yang sama. Renovasi Selain masalah dana, Indonesia harus mempersiapkan stadion-stadion yang akan digunakan sebagai arena utama perhelatan empat tahunan tersebut.
Beberapa waktu lalu, Gatot mengungkapkan renovasi stadion Gelora Bung Karno akan diserahkan sepenuhnya ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Namun, ia mengatakan Kemenpora siap membantu Jakarta untuk merenovasi stadion-stadion utama yang akan digunakan saat Asian Games di GBK. Renovasi pun akan dimulai paling lambat awal 2016 nanti.
"Yang harus direnovasi total itu hanya akuatik, yang lain enggak. Renovasi akan dimulai di awal 2016 supaya di 2017 enggak ada cerita bangun-bangun lagi. Kita harus bergerak cepat karena di Juli dan Agustus 2017 penyelenggaraan test event tersebut sudah dimulai," ujar Gatot.
Mengenai masalah lokasi pembukaan dan penutupan Asian Games 2018, pemerintah masih belum membuat kesepakatan. Namun, kata Gatot, Menpora Imam Nahrawi telah memberikan sinyal bahwa Jakarta dan Palembang sama-sama mendapat jatah sebagai lokasi pembukaan dan penutupan.
"Dua-duanya sama-sama kebagianlah, adil pokoknya. Nanti saat OCA datang, Menteri suruh saya sampaikan soal lokasi itu," tutupnya.
Ketua Panitia AG CEO Blue Bird Group Bayu Priawan Djokosoetono terpilih menjadi Ketua Panitia Asian Games 2018 (Indonesia Asian Games Organizing Committee atau INASGOC). Ia terpilih atas kesepakatan KOI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Bayu menyisihkan dua nama lainnya, yakni mantan Dirut Telkom Indonesia Rinaldi Firmansyah dan mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar. (Mag/R-3)