Komisi X Sayangkan Indonesia Gagal Menjadi Tuan Rumah MotoGP 2017

Al Abrar
14/7/2016 11:46
Komisi X Sayangkan Indonesia Gagal Menjadi Tuan Rumah MotoGP 2017
(AP)

ANGGOTA Komisi X DPR Jefri R Riwu Kore meyayangkan gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah event internasional MotoGP 2017.

Padahal, menurut Jefri, hal itu merupakan kesempatan emas untuk mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia dimata dunia sekaligus meningkatkan devisa negara dari sektor Sporttourism.

"Sangat disayangkan gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah event internasional MotoGP 2017," kata Jefri melalui pesan singkat, Kamis (14/7).

Diketahui, Sirkuit Sentul, Bogor dipastikan gagal menggelar balapan motor paling bergengsi MotoGP. CEO Dorna Carmelo Ezpeleta sebagai penyelenggara MotoGP telah mengirimkan surat keputusan yang ditujukan kepada Menteri Olahraga Imam Nahrawi.

Padahal, kata Jefri, Komisi X pernah menerima audiensi Panitia MotoGP Internasional, Dorna Sport, dan Pihak pengelola Sirkuit Sentul pada awal 2015 lalu.

Prinsipnya kata dia, mereka hanya memerlukan ketegasan dukungan resmi pemerintah agar mereka dapat bergerak, termasuk mencari pendanaan untuk memperbaiki lapisan aspal sirkuit sentul.

"Tapi publik dibingungkan dengan statemen bias Kemenpora yang dengan gagah sempat mengatakan, akan membangun sirkuit baru di Palembang pada 2016 ini dan tidak perlu fasilitas swasta alias Sirkuit Sentul yang sudah ada," ujar dia.

Untuk itu, ia meminta Kemenpora untuk tidak hanya bisa berpolemik dalam menyelesaikan permasalahan olahraga. Apalagi, masih segar dalam ingatan tentang Pembekuan PSSI dan merosotnya prestasi Indonesia ke peringkat 5 pada SEA Games 2015 yang lalu, serta ketidakpastian dukungan untuk Rio Haryanto pembalap Formula 1, dan kini gagalnya Indonesia menjadi tuan MotoGP 2017 yang sempat menjadi harapan besar para pecinta balap motor tanah air.

Saat ini, lanjut Jefri, Komisi X yang membidangi olahraga juga khawatir dengan kemampuan pemerintah dalam mempersiapkan Indonesia sebagai penyelenggara sekaligus peserta Asian Youth Games 2017, Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

"Karena bila gagal, di depan 45 negara Asia, muka bangsa ini kontan jadi taruhannya," pungkas politikus Demokrat ini. (MTVN/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya