TIM Australia diprediksi sulit merebut gelar juara Piala Davis tahun ini jika melihat lawan mereka di semifinal, Inggris Raya.
Inggris Raya diperkuat petenis peringkat tiga dunia Andy Murray. Hal itu disampaikan salah satu pemain andalan Australia, Lleyton Hewitt.
Australia berhasil lolos ke semifinal dengan mengungguli Kazakhstan 3-2, sementara Inggris Raya melaju setelah menyingkirkan Prancis 3-1.
Dalam sejarah Piala Davis, Australia tercatat telah menjadi juara sebanyak enam kali. Sebaliknya, capaian ke semifinal kali ini merupakan yang pertama kali bagi Inggris Raya sejak 1981.
"Kami berada dalam sisi pengundian yang terberat. Di sisi lain, Argentina berhadapan dengan Belgia, yang mungkin merupakan bagian terlemah," kata Hewitt yang pernah mengantar timnya menyabet gelar Piala Davis pada 1999 dan 2003.
Sementara itu, Murray yang mengalahkan Gilles Simon 4-6, 7-6 (5), 6-3, 6-0 pada partai terakhir perempat final Minggu (19/7) lalu mengalami kelelahan secara fisik dan mental setelah melakoni laga Wimbledon beberapa minggu sebelumnya.
Sebetulnya, ia membutuhkan istirahat ideal selama 10 hari. Namun, ia berkomitmen untuk tetap membela tim Inggris Raya dan mengeluarkan semua kemampuan untuk memenangi dua laga tunggal dan satu laga ganda melawan Prancis.
Laga semifinal antara Inggris Raya dan Australia akan digelar pada 18-20 September mendatang. Ini hanya seminggu setelah final AS Terbuka, tempat Murray juga akan bertanding. Meski demikian, Murray berkukuh tetap berjuang dan menampilkan yang terbaik di semifinal Davis Cup.
"Kami sudah di semifinal sekarang dan setiap partai sungguh-sungguh penting. Saya pikir saya akan menemukan jalan (untuk bermain). Saya melakukan ini karena saya yakin kami bisa menang," kata Murray.
Lawan tangguh Murray mengakui Australia merupakan lawan yang tangguh. Selain diperkuat oleh Hewitt dan Sam Groth yang merupakan pemain kawakan, tim Australia juga ditopang dua petenis muda, Nick Kyrgios dan Thanasi Kokkinakis. Namun, Murray yakin timnya berpeluang menang.
"Kami punya Tim (Henman) dan Greg (Rusedski). Menang akan menjadi fantastis dan kami akan turun September nanti dengan banyak kesempatan," ujar pemain asal Skotlandia tersebut.
Partai semifinal lainnya akan mempertemukan Argentina dengan Belgia. Laga tersebut merupakan yang pertama bagi Belgia sejak 1999. Argentina sendiri mencatatkan rekor cukup baik di Piala Davis dengan empat kali menjadi runner-up.
Belgia memenangi perempat final melawan Kanada dengan skor 3-0. Tim Kanada tidak diperkuat Milos Raonic yang tengah cedera.
Adapun Argentina melaju ke semifinal setelah menang atas Serbia 3-0. Skuat Serbia kala itu tengah lemah dengan ketidaksediaan Novak Djokovic membela tim tersebut karena masih dalam masa istirahat seusai menjuarai Wimbledon. Semifinal di antara kedua tim akan digelar di Belgia, Oktober mendatang.
Tim Belgia diisi David Goffin, Ruben Bemelmans, Steve Darcis, Niels Desein, dan Kimmer Coppejans. Argentina diperkuat Carlos Berlocq, Leonardo Mayer, Federico Delbonis, dan Diego Schwartzman. (AFP/atp.com/R-3)