Indonesia Dapat Tambahan 2 Jatah Atlet Lagi dari Cabang Renang

Nurul Fadillah
13/7/2016 20:39
Indonesia Dapat Tambahan 2 Jatah Atlet Lagi dari Cabang Renang
(TOPSKOR)

SETELAH atletik mendapat satu kuota tambahan atlet yang diberikan kepada Sudirman Hadi dari nomor lari 100 meter, kini giliran cabang olahraga renang yang turut menyumbang tambahan dua kuota atlet. Mereka berkesempatan berlaga di ajang Olimpiade Rio de Jenairo, Brasil, pada 5-21 Agustus 2016 mendatang.

Dua kuota atlet yang terdiri atas 1 atlet putra dan 1 atlet putri tersebut didapat melalui wildcard yang diberikan oleh Federasi Renang Internasional (FINA). Berdasarkan surat elektronik yang dikirimkan FINA OG Entries Coordinator Pedro Adrega kepada Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Rabu (13/7), dua atlet terpilih harus yang telah berpartisipasi dalam ajang Kejuaraan Dunia di Kazan, Rusia, tahun lalu.

Pelatih Pelatnas PB PRSI, Albert C Sutanto, pun mengungkapkan, pihaknya akan segera mengadakan rapat untuk memutuskan kedua atlet yang akan mewakili Indonesia.

"Untuk saat ini kandidat terkuat di bagian putra adalah I Gede Siman Sudartawa dan Glenn Victor karena Triady Fauzi Siddiq tidak ikut saat di Kazan. Namun, kemungkinan besar Glenn karena di FINA dia yang memiliki peringkat tertinggi, sedangkan di putri kemungkinan besar adalah Yessy Yosaputra karena poinnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan Kania Ratih," ujar Albert melalui pesan singkatnya kepada Media Indonesia, Rabu.

Sebelumnya, skuat Indonesia gagal menembus kualifikasi limit A saat bertanding di ajang Prancis Terbuka 2016 yang berlangsung 2-3 Juli 2016 lalu. FINA pun kemudian memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk lolos Olimpiade melalui jalur limit B.

Keempat atlet unggulan Indonesia Triady Fauzi, I Gede Siman, dan Glenn sesungguhnya telah berhasil menembus limit B saat bertanding di Malaysia Terbuka pada Mei lalu. Namun, menurut surat yang diberikan FINA, Siman dkk gagal menembus limit B karena ada batasan kuota yang hanya diberikan pada para perenang terbaik di tiap-tiap event.

Alhasil, FINA pun memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk bisa berpartisipasi melalui wildcard. Nama-nama atlet pun harus diserahkan pada pekan ini.

Selain itu, terkait target PRSI tidak ingin muluk-muluk. Melihat performa atlet mereka yang gagal menembus limit A, Albert pun hanya berharap perenangnya dapat mencatat waktu terbaik mereka.

"Saingan kami masih berat, yaitu dengan atlet Amerika, Australia dan Eropa. Karena itu, sejak awal memang kami tidak memasang target medali yang penting mereka dapat mencatat waktu terbaik," harap pelatih asal Jawa Timur itu.

Di sisi lain, saat dihubungi secara terpisah, Chief de Mission Indonesia untuk Olimpiade 2016, Raja Sapta Oktohadi, mengungkapkan, Indonesia sudah mengalami kemajuan yang pesat jika dibandingkan dengan saat Olimpiade 2012 di London. Kala itu, Indonesia hanya mengirimkan 22 atlet dan 17 di antaranya lolos melalui jalur kualifikasi.

"Kalau sekarang, dari 27 atlet yang lolos hanya 2 yang mendapat wildcard, sedangkan sisanya lolos murni melalui jalur kualifikasi. Ini adalah kemajuan yang pesat bagi Indonesia," ujarnya. (Rul/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya