Hadapi Indonesia, Tim Piala Davis Sri Lanka Kehilangan Pemain Utama

Ghani Nurcahyadi
13/7/2016 13:56
Hadapi Indonesia, Tim Piala Davis Sri Lanka Kehilangan Pemain Utama
(Dok PB Pelti)

TIM Piala Davis Sri Lanka terpaksa hanya menampilkan tiga petenis, pada laga play-off Piala Davis Grup II Zona Asia Oseania kontra tuan rumah Indonesia.

Kapten tim Sri Lanka memastikan petenis utamanya tidak bisa hadir ke arena pertandingan dalam jumpa media di Hotel Alana, Solo, Rabu (13/7).

“Tunggal pertama tim ini, Sharmal Dissanayake, tidak akan datang ke sini karena sakit. Dia telah kembali ke Sri Lanka untuk pemeriksaan kesehatan lebih lanjut,” papar Rohan De Silva yang akan menjadi playing captain Sri Lanka.

“Sharmal jatuh sakit dalam dalam masa persiapan di Bangkok dan sempat dirawat di sebuah rumah sakit. Dokter menyarankan untuk istirahat setidaknya dalam waktu dua minggu ke depan,” papar Dominik Guido Utzinger, pelatih kepala Asian Tennis Academy yang menjadi markas latihan tim Sri Lanka sebelum bertolak ke Surakarta.

Kendati demikian, Sri Lanka tidak merasa gentar dan tetap optimistis mampu tetap bertahan di Grup II sebagaimana yang telah mereka lakukan sejak 2012.

Empat tahun berturut-turut, mereka berhasil lolos dari jurang degradasi dengan mengalahkan Hongkong (2012), Lebanon (2013 dan 2015) serta Vietnam (2014). Hebatnya lagi, tiga dari empat kemenangan itu diperoleh dalam status sebagai tim tamu.

“Ya, Indonesia adalah tim yang sangat kuat, ada dua pemain yang aktif berkompetisi di turnamen profesional. Tapi, kami optimistis mampu memenangi partai di akhir pekan ini,” kata Rohan de Silva tentang peluang timnya dalam pertemuan pertama antara Sri Lanka dan Indonesia di ajang Piala Davis.

Tanpa Sharmal Dissanayake yang merupakan satu-satunya petenis tim tamu berperingkat internasional (1.913), komposisi tim Sri Lanka menjadi teka-teki bagi tuan rumah. Menurut, aturan Piala Davis, karena semuanya nonperingkat, ketiganya dapat didaftarkan secara acak sebagai tunggal pertama.

“Hingga saat ini kami belum memutuskan komposisi petenis untuk menghadapi Indonesia,” tutur Rohan yang baru tiba di Solo, Selasa (12/7) malam.

Sementara itu, kubu Indonesia tidak ingin terpengaruh dengan kondisi yang dialami tamunya.

“Fokus kami adalah memenangi pertandingan, siapapun lawan yang bakal kami hadapi. Sebetulnya Harshana Godamannalah yang merupakan petenis terbaik Sri Lanka, tapi dia memang tidak lagi punya peringkat dunia karena sudak tidak aktif mengikuti turnamen internasional,” jelas Andrian Raturandang, kapten tim Merah Putih.

Selain sarat pengalaman di ajang Piala Davis, petenis Sri Lanka yang berbasis di AS ini juga mengayun raket dengan tangan kiri alias kidal. Hal itu dianggap oleh nonplaying captain Indonesia ini bakal menjadi faktor penyulit lawan.

Kamis (14/7), kedua tim akan melakukan drawing untuk menentukan urutan pertandingan. Babak relegation play-off Piala Davis Grup II Zona Asia Oseania akan berlangsung di Stadion Tenis Gelora Manahan Solo, 15-17 Juli.

Hari pertama dan terakhir, Jumat (15/7) serta Minggu (17/7) akan menggelar dua pertandingan tunggal sedangkan satu partai ganda mengisi agenda Sabtu (16/7). (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya