Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBINAAN atlet muda menjadi fokus perhatian Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) setelah gagal merebut tiket Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil 2016 melalui jalur kualifikasi.
Judoka muda disiapkan untuk mengembalikan prestasi judo Indonesia setelah gagal tampil di multiajang empat tahunan tersebut.
Hal itu ditegaskan Ketua umum PB PJSI Mulyono dalam halal bi halal kepengurusan PB PJSI Periode 2016-2021 di Jakarta, Rabu (13/7).
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Staf TNI-AD itu mengatakan, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap kiprah judoka Indonesia dalam merebut tiket Olimpiade Rio 2016.
"Dengan adanya regenerasi, prestasi judo akan terus meningkat. Tuntutan peningkatan prestasi membuat judoka muda harus dibina dari sekarang. Mereka akan disiapkan untuk menghadapi event internasional beberapa tahun ke depan," kata pria yang menjabat ketua umum PB PJSI sejak Mei silam melalui musyawarah nasional di Bandung, Jawa Barat.
PB PJSI sebelumnya mengirimkan empat judoka Indonesia ke Korea Selatan untuk berlatih dan mempersiapkan diri merebut tiket Olimpiade Rio 2016. Mereka ialah Horas Manurung, Mochammad Syaiful Raharjo, Gerard Christopher George, dan Ni Kadek Anny Pandini. Mereka juga merupakan peraih medali emas SEA Games 2015 Singapura.
Namun, keempatnya gagal meraih tiket Olimpiade karena gagal mencapai ranking kualifikasi di tingkat internasional maupun kontinental.
Pada Olimpiade London, Inggris 2012, judo Indonesia diwakili oleh Putu Wiradamungga di kelas -81 kg yang tampil di Olimpiade dengan fasilitas wild card dari Federasi Judo Internasional (IJF).
IJF hingga saat ini belum menentukan negara yang mendapatkan jatah wild card untuk tampil di Olimpiade Rio 2016. Kuota melalui wild card baru akan diumumkan pada pertengahan bulan ini atau mendekati pendaftaran nama atlet (entry by name) Olimpiade Rio 2016.
Untuk merekrut judoka muda berbakat, Mulyono meminta Pengurus Provinsi PJSI lebih aktif melakukan pemetaan dan rekrutmen judoka di daerah mereka. Bila memenuhi kriteria sebagai judoka nasional, judoka muda tersebut akan diikutkan pada program pemusatan latihan nasional jangka panjang.
"Setelah nanti evaluasi kegagalan di Olimpiade, akan ketahuan letak salahnya dimana. Apakah karena pola latihan atau soal jam terbang mengikuti turnamen. Hasil evaluasi itu yang akan dijalani oleh atlet muda yang dipersiapkan untuk event internasional beberapa tahun ke depan, termasuk Asian Games 2018," tandasnya. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved