MENJUARAI grand slam Wimbledon 2015 dengan mengalahkan maestro tenis asal Swiss Roger Federer membuat petenis nomor satu dunia Novak Djokovic makin berambisi untuk terus merebut gelar di grand slam. Djokovic merebut gelar grand slam kesembilan dengan mengalahkan Federer 7-6, 6-7, 6-4, 6-3 di partai final Wimbledon yang berakhir Senin (13/7) dini hari WIB.
Ia kini sudah melewati sejumlah legenda tenis seperti Andre Agassi, Jimmy Connors, Ivan Lendl, Fred Perry, dan Ken Rosewall dalam pencapaian di turnamen grand slam. Tahun ini, petenis 28 tahun itu telah mengantongi 48 kemenangan dan hanya 3 kali kalah. Dua gelar di turnamen grand slam (Australia Terbuka dan Wimbledon) serta empat gelar juara turnamen Masters 1.000 menjadi bukti konsistensi Djokovic yang delapan gelar grand slam-nya didapat sejak 2011.
"Saya berusia 28 tahun dan sedang dalam kondisi yang baik. Saya tidak merasa tua sedikit pun. Saya masih mampu bertarung hingga beberapa tahun mendatang. Saya akan mencoba untuk mendorong hingga batas kemampuan saya dan seberapa jauh saya dapat merebut gelar juara dan bertahan di pertarungan level tinggi ini," kata Djokovic.
Setelah seri turnamen lapangan rumput yang berakhir di All England Club, arena grand slam Wimbledon, turnamen tenis dunia kini akan kembali beralih ke arena lapangan keras yang berujung pada grand slam Amerika Serikat Terbuka yang akan dimulai akhir Agustus hingga September mendatang.
Djokovic baru sekali menjadi kampiun di Flushing Meadows, arena Amerika Terbuka, yaitu pada 2011. "Sangat penting untuk menjaga keseimbangan dalam hidup, karena itu saya akan berlibur dahulu untuk bisa mendapatkan berbagai kemungkinan terbaik saat musim lapangan keras nanti. Saya akan mempersiapkan diri dengan baik dan lihat apa yang bisa saya dapat di AS nanti," ujarnya.
Belum habis Di sisi lain, Federer yang dua kali secara beruntun dikalahkan Djokovic di final Wimbledon dan memperpanjang puasa gelar juara grand slam sejak 2012 mengatakan akan terus berusaha untuk bisa mempertajam rekor juara grand slam-nya yang kini sudah mencapai 17 gelar juara.
Kegagalan di Wimbledon tahun ini, lanjutnya, tidak membuatnya patah semangat. "Saya rasa saya telah menunjukkan di lapangan (All England Club) bahwa saya sangat dekat dengan gelar juara. Saya bermain dengan permainan saya dan semuanya tampak berada pada jalur yang benar. Saya masih punya kesempatan di turnamen besar lainnya," kata petenis nomor dua dunia itu.
Jelang turnamen grand slam AS Terbuka, Federer merencanakan untuk berlibur dengan istri dan keempat anaknya sambil melupakan kejadian di final Wimbledon tahun ini. Setelah itu, petenis yang akan berusia 34 tahun pada 8 Agustus mendatang itu akan langsung fokus menghadapi AS Terbuka yang lima kali dijuarainya.
Federer sadar Djokovic akan kembali menjadi penghalang terbesarnya di untuk merebut trofi juara di Flushing Meadows. "Tapi, tentu saja kita harus menunggu dan melihat apa yang bisa terjadi nanti. Yang pasti dia masih punya masa depan yang cukup panjang di depannya,'' tuturnya.