Murray tidak Keberatan Jadi Harapan Terakhir Britania Raya

Basuki Eka Purnama
07/7/2016 08:43
Murray tidak Keberatan Jadi Harapan Terakhir Britania Raya
(AFP/GLYN KIRK)

ANDY Murray menegaskan dirinya tidak keberatan dipandang sebagai harapan terakhir Britania Raya untuk keluar dari keterpurukan politik dan olahraga pada tahun ini.

Saat Murray sukses melaju ke semifinal Wimbledon, Wales menyerah di laga semifinal Piala Eropa 2016 dari Portugal di Lyon.

Politik Britania Raya juga tengah terpuruk pascareferendum Brexit yang memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Akibatnya, Perdana Menteri David Cameron memutuskan mengundurkan diri dan pound sterling nilainya terjun bebas.

"Saya sebagi harapan terakhir Britania Raya? Tidak terlalu buruk kan?" kata Murray setelah dirinya mengalahkan Jo-Wilfried Tsonga 7-6 (12), 6-1, 3-6, 4-6, dan 6-1.

"Sebenarnya ada lebih banyak harapan ketimbang saya. Saya hanya berusaha melakukan yang terbaik di turnamen ini dan berusaha membuat semua orang senang. Saya berharap bisa terus menang," imbuhnya. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya