SERENA Williams tampil apik sepanjang tahun ini. Ia sudah mengantongi tiga gelar grand slam termasuk Wimbledon. Di final Wimbledon tadi malam, petenis Amerika Serikat (AS) itu menang 6-4, 6-4 atas petenis Spanyol Garbine Muguruza.
Dua gelar grand slam sebelumnya ialah Australia Terbuka dan Prancis Terbuka. Jika bisa memenangi Amerika Serikat, adik kandung Venus Williams itu akan menyamai petenis Jerman Steffi Graff. Malah istri Andre Agasi itu sekaligus mengukir namanya sebagai Golden Slam, karena peraih medali emas Olimpiade pada 1988.
Serena pun kini mengoleksi total grand slam menjadi 21 atau satu lebih sedikit jika dibandingkan dengan Graff. Kalau berhasil, bidikan Serena berikutnya tentu saja rekor sepanjang masa dari Margaret Court yang sudah meraih 24 titel grand slam.
Jumlah koleksi trofi Serena itu lebih banyak ketimbang gabungan petenis-petenis putri lainnya yang aktif. Maria Sharapova (5), Petra Kvitova (2), Victoria Azarenka (2), Svetlana Kuznetsova (2), Ana Ivanovic (1), Francesca Schiavone (1), dan Sam Stosur (1).
Khusus untuk Wimbledon, sejauh ini Martina Navratilova masih menjadi petenis putri paling sering jadi juara, yakni sembilan kali. Diikuti Graf yang mengoleksi tujuh titel. Koleksi Serena masih setara dengan kakak kandungnya, Venus Williams, yaitu lima titel.
"Saya sebenarnya tak ingin menjalani pertandingan ini sebagai tekanan. Saya tak mempunyai apa pun untuk dibuktikan. Saya sudah memenangi semua grand slam, berulang kali," kata Serena.
Tunggal putra Hari ini final Wimbledon akan dilanjutkan di nomor tunggal putra. Roger Federer akan menjadi petenis tertua yang mampu menjuarai turnamen ini jika ia bisa mengalahkan Novak Djokovic.
Petenis Swiss berusia 33 tahun itu pada final tahun lalu sempat merepotkan Djokovic, pemain nomor satu dunia, sebelum akhirnya kalah dalam lima set.
Penampilan cemerlangnya ketika menyingkirkan Andy Murray di semifinal mengingatkan orang pada masa kejayaannya pada era 2003-2010 ketika berhasil menjuarai 16 trofi grand slam.
Kini Federer mencapai final Wimbledon yang ke-10 kalinya atau sebagai pemain tertua yang mencapai prestasi itu sejak Ken Rosewall,39, di pada 1974. Jika menang di final, Federer akan melampaui rekor Pete Sampras yang pernah tujuh kali menjuarai turnamen ini.
Menjelang pertemuan mereka yang ke-40, rekor Federer dan Djokovic relatif seimbang. Federer unggul 20-19 atas petenis Serbia itu, tetapi pada turnamen grand slam mereka imbag 6-6.
"Bangga bisa berhadapan dengan Novak karena ia adalah pemain yang hebat. Ia mencatat kesuksesan luar biasa dalam kariernya. Khususnya kini, ia sangat dominan, mulai dari lapangan keras, kemudian di lapangan rumput. Di lapangan tanah liat, ia salah satu yang terbaik," kata Federer.
Djokovic sukses memijak final seusai mengalahkan lawannya dari Prancis, Richard Gasquet. Ini menjadi final keempat di turnamen itu untuk petenis nomor satu dunia tersebut. Di Centre Court All England Lawn Tennis and Croquet Club, Jumat (10/7) malam WIB, Djokovic menang 7-6, 6-4, dan 6-4 dalam duel yang berlangsung selama dua jam 21 menit. (AFP/AP/Ant/R-1)