Handuk Wimbledon Jadi Incaran Pemain dan Penggemar

Basuki Eka Purnama
29/6/2016 10:59
Handuk Wimbledon Jadi Incaran Pemain dan Penggemar
(AP/Alastair Grant)

NOVAK Djokovic boleh jadi adalah orang pertama yang menembus hadiah uang US$100 juta di tenis. Namun, kekayaan itu tidak menyebuhkan kebiasaannya mengambil handuk Wimbledon.

Dan pemain terbaik dunia itu bukan satu-satunya pemain yang suka membawa pulang handuk yang jika dibeli di toko di All England Club adalah seharga US$35 (sekitar Rp460 ribu) per potong.

"Saya berusaha membawa handuk lebih banyak di setiap pertandingannya. Saya memakai handuk dengan alasan panas dan berkeringat," kata petenis yang menjuara Wimbledon pada 2011, 2014, dan 2015.

"Saya yakin Komite All England Club akan memaafkan saya atas handuk yang saya bawa," imbuhnya.

Djokovic menambahkan, "Handuk itu membuat banyak orang senang di negaranya, keluarga saya. Handuk itu adalah memorabilia yang hebat."

Petenis Jerman Dustin Brown yang tahun lalu menyingkirkan Rafael Nadal namun lebih banyak berlaga di Turnamen Challenger mengatakan bahwa godaan untuk membawa pulang lebih banyak handuk terlalu kuat untuk dilawan.

"Anda memiliki banyak teman. Pilihannya adalah membayar 40 pound sterling atau membawanya dari lapangan sebagai hadiah untuk mereka," aku Brown setelah memastikan diri lolos ke putaran kedua pada Selasa (28/6).

Perusahaan yang memproduksi handuk itu, Christy, dulu pernah memasok handuk untuk Ratu Victoria. Kini, mayoritas produksi mereka dilakukan di Gujarat, India.

Pada 2013, mereka memasok 99 ribu handuk untuk Wimbledon, Handuk-handuk yang tersisa diberikan kepada para karyawan dan relawan yang bekerja di turnamen Grand Slam itu.

"Handuk itu sangat digemari para pemain dan penggemar," ujar perusahaan yang berdiri sejak 1850 itu.

Para pemain pun mengakui bahwa teman dan kerabat kerap meminta untuk dibawahkan handuk meski itu berarti mereka harus menolak permintaan penggemar yang meminta handuk kepada mereka.

"Setiap saya keluar lapangan, banyak pendukung yang meminta handuk kepada saya. Saya terpaksa berkata, 'Maaf, ini sudah ada yang minta'," ungkap petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga. (AFP/OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya