Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PETENIS peringkat ketiga dunia Roger Federer mundur dari turnamen grand slam Prancis Terbuka karena cedera punggung yang cukup parah. Akibat cedera itu, Federer sempat diperkirakan cukup lama absen dari dunia tenis profesional. Namun, saat mengawali kiprahnya di grand slam Wimbledon, yakni berhadapan dengan petenis Argentina Guido Pella, Selasa (28/6) dini hari WIB, Federer seperti tampak tidak pernah mengalami cedera itu Petenis asal Swiss itu terlihat luwes meladeni permainan Pella yang sedikit menyulitkannya. Dengan disaksikan penonton yang memadati lapangan utama All England Lawn Tennis and Croquet Club, petenis gaek berusia 34 tahun itu hanya butuh waktu 2 jam lebih 8 menit untuk menyudahi lawannya yang berperingkat 52 dunia, dengan skor 7-6(5), 7-6(3), 6-3. Kemenangan itu menjadi momentum positif bagi Federer dalam keikutsertaannya yang ke-18 kali secara beruntun di Wimbledon.
“Rasanya sangat luar biasa. Saya bahkan berbicara dengan tubuh saya sendiri betapa enaknya bisa kembali ke performa semula. Saya berjuang keras sejak Februari agar bisa tampil maksimal disini (Wimbledon). Itulah yang saya butuhkan dan saya senang bisa berada di sini kali ini,” kata pemilik 17 gelar juara grand slam itu. Federer memang layak memperjuangkan penampilannya di Wimbledon. Di turnamen grand slam tertua itu, ia sudah tujuh kali menjadi juara.
Raihan juara Wimbledon Federer, bahkan lebih banyak daripada tiga turnamen grandslam lainnya. Wimbledon juga menjadi kali terakhir Federer mengangkat trofi juara grand slam, yaitu pada 2012. Namun, hingga saat ini Federer belum satu pun menjuarai grand slam kembali. Wimbledon 2016 menjadi turnamen ketujuh yang diikuti oleh Federer tahun ini. Badai cedera yang mengidapinya mulai dari lutut hingga punggung, membuatnya tak bisa mengikuti banyak turnamen tahun ini. Puncaknya, ketika ia tak bisa mengikuti grand slam Prancis Terbuka, dan ini mematahkan rekornya berpartisipasi dalam 65 turnamen grand slam secara beruntun.
Ujian
Kebugaran Federer di Wimbledon kini akan kembali diuji petenis tuan rumah pemegang wild card, Marcus Willis. Petenis yang berusia 25 tahun dan berperingkat 772 dunia itu secara mengejutkan sukses melaju ke putaran kedua grand slam Wimbledon setelah mengalahkan petenis peringkat 64 dunia Ricardas Berankis dari Lithuania, tiga set langsung 6-3, 6-3, 6-4. Bagi Federer, Willis bukan sekadar petenis ‘kemarin sore’ yang membuat kejutan di turnamen mayor. Usaha Willis
yang harus melewati tiga pertandingan untuk bisa mendapatkan tiket wild card, di sela-sela aktivitasnya sebagai pelatih tenis untuk anak-anak dan orang tua dengan bayaran hanya 30 Poundsterling, patut diapresiasi.
“Saya sangat senang bisa bertanding dengannya untuk pertama kali. Orang-orang pasti akan mendukung dia. Gaya bermainnya memang sedikit kuno. Tapi, justru itu konsep yang menarik karena dia kini menjadi pelatih,” kata Federer. (ATPworldtour/R-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved