Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN pembalap motor Indonesia Doni Tata Pradipta berharap sejumlah perlengkapan balap yang pernah disandangnya bakal meramaikan koleksi Museum Olahraga Nasional.
"Saya menyerahkan benda-benda berharga ini kepada negara agar bisa menginspirasi generasi muda yang datang ke museum," ujar Doni Tata.
Kepada Kepala Museum Olahraga Nasional (MON) Herman Chaniago di Yogyakarta, akhir pekan lalu, pembalap Indonesia pertama yang tampil di Grand Prix 250 cc (2008) itu menyerahkan sejumlah properti balapannya seperti helm, baju balap, sepatu, hingga beberapa piala yang menjadi saksi keandalannya di atas sepeda motor.
Bahkan, helm yang diserahkan untuk dipajang dalam MON itu cuma diproduksi empat buah. "Oleh produsennya di Italia saya dibuatkan empat helm. Dua helm sudah saya berikan kepada tim saya, satu saya simpan, dan sisanya saya berikan kepada museum," tambah Doni Tata seraya menambahkan siap memberikan sepeda motor pertamanya ketika merajai kelas underbone hingga tingkat Asia.
Menurut Herman, pihaknya amat berterima kasih kepada Doni Tata yang dengan sukarela memberikan properti pribadi yang bernilai tinggi. Selain Doni, sejumlah mantan atlet juga sudah memberikan benda-benda berharga mereka ke pihak MON.
Di Yogyakarta, selain Doni, mantan pebiliar Muhammad Juniarto juga menyerahkan seperangkat medali emas SEA Games Kuala Lumpur 2001 dan Vietnam 2003, serta tongkat biliar yang dipergunakan kala meraih medali-medali tersebut.
Pria kelahiran Osaka, Jepang 22 Januari 1955, yang bernama asli Junichi Kosugi, itu sudah menjadi WNI sejak 12 Mei 2001. Hingga kini dia tetap menjadi atlet sekaligus pelatih bagi sejumlah daerah di Indonesia. "Saya serahkan medali-medali agar bisa dilihat banyak orang," tutur Juniarto.
Kepada para mantan atlet yang dengan sukarela menyerahkan benda-benda berharga tersebut, Herman menegaskan diberikan tali asih. "Nominal dari MON jelas tidak ada artinya apa-apa dibanding nilai dari benda-benda milik mereka," tegasnya. (Eko/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved