SEJUMLAH pihak masih menyangsikan kemampuan promotor Mahaka Sports and Entertainment untuk merealisasikan pergelaran turnamen Indonesia Satu lantaran kondisi persepakbolaan yang tidak menentu. Namun, Mahaka tetap yakin dapat menggelar turnamen yang direncanakan mulai bergulir 15 Agustus mendatang itu.
Apalagi mereka sudah didukung 12 klub Indonesia Super League (ISL). CEO Mahaka Sports and Entertainment Hasani Abdulgani mengaku akan berusaha keras untuk memenuhi segala aspek legalitas yang menjadi aturan di Indonesia.
"Kami tidak mengharapkan itu karena secara legalitas, kami akan mengikuti rule yang ada di Indonesia. Sejauh ini kita rekomendasi yang kita pegang dari BOPI karena jika tidak ada rekomendasi BOPI, yang lain juga tidak akan keluar," ungkap Hasani seusai menggelar pertemuan dengan sejumlah klub ISL, di Jakarta, kemarin.
Hasani juga mengaku tidak mau terjerat konflik kepentingan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan PSSI.
Dalam pertemuan tersebut, Mahaka mengaku turnamen Piala Indonesia Satu setidaknya telah didukung oleh 12 tim ISL. Persija Jakarta, Persegres Gresik United, Persebaya Surabaya, Arema Cronus, Bali United Pusam, Persipasi Bandung Raya (PBR), Mitra Kukar, Barito Putera, Persela Lamongan, Persiram Raja Ampat, PSM Makassar, dan Persib Bandung telah bersedia mengikuti turnamen tersebut.
Jumlah tersebut masih kurang empat peserta lagi untuk memenuhi target 16 klub yang direncanakan. Untuk itu, Mahaka mengaku akan terus melobi klub-klub ISL lainnya untuk melengkapi empat tempat yang tersisa.
"Jadi selama ini ada keraguan. Jadi nanti kami akan lobi lagi dengan bantuan 12 tim yang lain. Tapi kalau masih kurang, kami setuju untuk mengundang klub dari Divisi Utama," imbuh Hasani.
Terdapat sedikit perubahan aturan main dalam turnamen itu nantinya, seperti adanya water break dan perbedaan sistem penilaian seperti halnya kompetisi pramusim Trofeo Italia.
Sementara itu, Manajer Umum Arema Cronus Rudi Widodo mengaku kompetisi Mahaka bak oase di tengah kondisi yang tak menentu
"Kompetisi dari Mahakan ini seperti oase di padang pasir. Seperti iklim yang sejuk setelah turnamen di Banyuwangi tidak jadi digelar," jelas Rudi.