SENGKETA perihal surat keputusan (SK) pembekuaan PSSI di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah memasuki meja hijau untuk ke-11 kalinya. Dalam pengadilan tersebut, baik PSSI sebagai pihak penggugat dan pihak tergugat dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) diminta untuk menyerahkan kesimpulan dan menentukan jadwal putusan.
Meskipun demikian, majelis hakim sempat menyarankan kedua pihak agar melakukan perdamaian sebelum adanya putusan dari PTUN pada Selasa (14/7) nanti.
"Tadi juga hakim sempat menganjurkan, kalau bisa berdamai. Karena kalau putusan pengadilan telah ditetapkan, tentu saja harus ada yang menang dan yang kalah. Bukankah lebih baik duduk bersama-sama saja, untuk apa cari siapa yang menang dan siapa yang harus kalah? Tujuannya kan sama, ingin membangun sepak bola Indonesia," ungkap Direktur Legal PSSI Aristo Pangaribuan, kemarin.
Akan tetapi, anjurannya tersebut tampaknya hanya seperti angin lalu lantaran penyelesaian konflik PSSI sudah terlalu berlarut-larut. Sebelumnya, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Komisi X DPR RI juga sudah mencoba mencarikan jalan keluar, tetapi hanya berakhir dengan kegagalan.
Itu sebabnya Aristo mengungkapkan kekhawatirannya bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tidak dapat berjiwa besar menerima kekalahan pada putusan pekan depan. Menurut Aristo, pernyataan Menpora Imam Nahrawi yang sempat menyebutkan PTUN telah terperangkap oleh opini PSSI merupakan indikasi Kemenpora akan melalaikan keputusan pengadilan kembali.
"Statement beliau belakangan ini yang mengatakan apa pun putusan pengadilan dia akan jalan terus. Kemudian, dia bilang PTUN sudah dikondisikan PSSI. Itu kan pernyataan yang seolah-olah sudah menantang keputusan pengadilan, jelas-jelas merupakan contempt of court (menghina pengadilan). Dia tidak peduli akan proses hukum," imbuhnya.
Jurus lain Akan tetapi, anggapan itu disebut salah sasaran oleh Kepala Biro Hukum Kemenpora Yusup Suparman. Ia menjelaskan PSSI-lah yang sejak dari awal tidak mematuhi keputusam hukum.
"Mereka sendiri yang tidak menjalankan keputusan sela. Sampai sekarang apa yang dilakukan PSSI seharusnya kan sudah ada kompetisi yang berjalan saat ini. Mereka selalu menciptakan opini yang membuat gaduh," jelasnya.
Terkait dengan hasil putusan yang akan diambil pekan depan, tim biro hukum menjelaskan segala hasil keputusan PTUN akan dikembalikan ke Menpora Imam Nahrawi. "Menang atau kalah harus dilaporkan ke Pak Menteri. Kita tunggu langkah dari Pak Menteri. Dia yang menentukan teknis-teknis," timpal Deputi III bidang Pembudayaan Olahraga Faisal Abdullah.
Terlepas dari hal itu, lanjut Faisal, pihak Kemenpora sudah memiliki langkah lain seandainya nanti keputusan PTUN ternyata tidak sesuai dengan harapan mereka. Kami sudah menyerahkan semua kesimpulan yang diharapkan. Yang jelas, sidang sudah berjalan selama tiga bulan lebih dan kami sudah mengajukan saksi-saksi di persidangan. Kami berharap ada keputusan yang adil dari hakim dan semoga memenuhi harapan," tandas Faisal.