Jokowi Dambakan Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Rio de Janeiro

Rudy Polycarpus
22/6/2016 19:35
Jokowi Dambakan Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Rio de Janeiro
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mendambakan lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di Brasil pada Olimpiade Rio de Janeiro tahun ini. Itu artinya, ada atlet Indonesia yang mampu menyabet medali pada multiajang olahraga terbesar sejagat tersebut.

"Dari Tanah Air saya menanti lagu Indonesia Raya berkumandang di Rio de Janeiro. Selamat berjuang," kata Presiden Jokowi ketika melepas kontingen Olimpiade Indonesia 2016 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/6).

Agar lagu kebangsaan berkumandang, Presiden berpesan kepada para atlet yang akan berlaga agar menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia ialah bangsa yang besar. Ia juga menginginkan para atlet menunjukkan bahwa Indonesia ialah bangsa yang sanggup bersaing yang bermental pemenang.

Jokowi berharap perjuangan para atlet itu bisa menginspirasi masyarakat seluruh negeri untuk terus berprestasi mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.

"Tunjukkan bahwa bangsa Indonesia bisa selalu menjaga fair play, disiplin, dan tidak jumawa sebab saya percaya semua orang Indonesia mempunyai nilai-nilai keutamaan tersebut, hanya saja masih banyak yang terpendam," tandasnya.

Kontingen Indonesia akan berlaga pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, pada 5-21 Agustus mendatang. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi turut mendampingi Presiden dalam acara pelepasan tersebut.

Presiden berharap para atlet mampu menjaga tradisi medali yang diraih Indonesia sejak Olimpiade 1988. Sampai dengan saat ini, diketahui Indonesia sudah mendapatkan 27 medali dalam sejarahnya di perhelatan Olimpiade.

"Informasi yang saya terima, sampai saat ini kita sudah mendapatkan 27 medali di Olimpiade. Saya menanti siapa yang akan mendapatkan medali ke-28, ke-29, ke-30, dan seterusnya. Itu sangat membanggakan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia," terang Presiden.

Sementara itu, menpora menyampaikan atlet Indonesia akan turun di enam cabang olahraga, yakni bulu tangkis, atletik, dayung, sepeda, panahan, dan angkat besi. Kontingen Indonesia dipimpin oleh Raja Sapta Oktohari, yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI).

Di sisi lain, pemerintah menjanjikan bonus Rp5 miliar ditambah tunjangan hari tua Rp20 juta per bulan bagi peraih medali emas Olimpiade.

"Namun, kami tidak ingin orientasi atlet untuk meraih juara itu semata-mata karena bonus. Jadi karena satu tekad masing-masing untuk memecahkan rekor dalam sejarah hidupnya. Bahwa bonus itu adalah sesuatu yang sifatnya mendukung saja," kata Menpora.

Selain medali emas, pemerintah juga akan memberikan bonus Rp2 miliar bagi peraih perak dan Rp1 miliar untuk medali perunggu. Pemerintah, kata Imam, juga mencatatkan sejarah baru dengan memberikan tunjangan hari tua semacam pensiun kepada atlet peraih medali di Olimpiade.

"Ini sejarah baru, sejak 2016 sudah kami anggarkan. Ini untuk peraih Olimpiade sejak pertama 1988 di Seoul sampai olimpiade sebelum London. Medali emas mendapatkan tunjangan per bulan Rp20 juta, perak Rp15 juta, perunggu Rp10 juta. Seumur hidup," tandasnya. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya