Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KONTINGEN Indonesia untuk Olimpiade Rio de Janerio, Brasil 2016, berpeluang untuk terus menambah atletnya ke multiajang terbesar di dunia itu. Setidaknya, tiga cabang olahraga masih berpotensi menambah kekuatan kontingen Indonesia. Tiga cabor itu ialah renang, voli pantai, dan nomor maraton pada atletik.
Voli pantai kini sedang menjalani persiapan untuk berlaga di kualifikasi Zona Asia Oceania yang berlangsung di Cairns, Australia, 24-26 Juni 2016. Adapun cabor renang yang sedang mengejar limit A, menjadikan ajang Prancis Terbuka sebagai ajang kualifikasi terakhir. Sedangkan maraton yang diwakili Agus Prayogo berlaga di ajang kualifikasi terakhirnya pada Gold Coast Marathon, Australia, 3 Juli 2016.
Ketua Satuan Pelakssana Program Indonesia Emas (Satlak Prima), Achmad Soetjipto, mengatakan, kans untuk menambah kekuatan kontingen yang kini berjumlah 25 orang sangat besar. Ia mencontohkan, tiga perenang Indonesia, yakni I Gde Siman Sudartawa, Glenn Victor Sutanto, dan Triady Fauzi Siddiq yang catatan waktu mereka hanya berselisih kurang dari 1 detik dari Limit A Olimpiade Rio 2016.
“Di voli pantai kalau gagal mendapatkan tiket melalui kualifikasi di Australia, masih ada kualifikasi di Rusia. Sementara Maraton, sebenarnya bisa waktunya bisa saja masuk limit Olimpiade yang 2 jam 20 menit ketika di Tokyo, tapi sayangnya Agus mencatatkan waktu 2 jam 23 menit, tiga menitnya itu katanya dia buang air kecil dulu. Di Goald Coast, kami optimistis dia bisa lolos Olimpiade,” kata Soejipto di sela-sela pengukuhan kontingen Olimpiade di Jakarta, Selasa (21/6).
Selain melalui kuota resmi yang direbut melalui babak kualifikasi, Soetjipto menambahkan, kekuatan kontingen Indonesia juga bisa bertambah melalui fasilitas wild card yang mulai diumumkan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 14 Juli mendatang, Namun, fasilitas wild card tidak menjadi prioritas dari Satlak Prima.
Ketua kontingen Indonesia (Chef de Mission/CdM) Raja Sapta Oktohari mengungkapkan, sejumlah cabor sudah mempersiapkan rencana perjalanan ke Rio dari tempatnya melakukan latihan terpusat (TC). Angkat besi akan langsung bertolak dari Cape Town, Afrika Selatan; dayung dari Amsterdam, Belanda; BMX melalui Orlando, Amerika Serikat; dan bulu tangkis melalui Sao Paolo, Brasil.
"Persiapan untuk kontingen ini sudah 85%. Saat ini, sebanyak 25 atlet sudah terakreditasi di Olimpiade dengan peluang penambahan dari renang, voli pantai, dan maraton. Dengan jumlah seperti itu, sebanyak 12 ofissial akan memiliki akreditasi, sementara ofisial pendukungnya di luar akreditasi resmi berjumlah 20 orang," kata Okto, sapaan Oktohari.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan, pemerintah tidak ingin membebani atlet dengan target yang telah ditetapkan. "Pemerintah tentu punya target, tapi tentu jangan itu jadi membebani atlet. Selain target, kami pun sudah mempersiapkan sejumlah apresiasi bagi atlet yang berprestasi di Olimpiade," kata Imam. (Gnr/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved