Setelan Mobil Jadi Isu Utama GP Eropa

Ghani Nurcahyadi
18/6/2016 14:45
Setelan Mobil Jadi Isu Utama GP Eropa
(Dok Pertamina Campos Racing)

KARAKTERISTIK Sirkuit Jalan Raya Baku, Azerbaijan yang memiliki lintasan sepanjang 6.006 km dengan beberapa tikungan yang hanya selebar 7,6 meter membuat setelan mobil yang pas jadi isu utama 22 pembalap Grand Prix 2 (GP2) yang akan menjalani dua balapan (feature dan sprint race) dalam ajang yang bernama resmi GP Eropa itu, 18-19 Juni.

Dengan kombinasi trek lurus yang cukup panjang dan tikungan sempit, setelan mobil terbaik menjadi tantangan bagi mekanik masing-masing tim.

Setelan medium downforce (daya tekan mobil ke lintasan) sangat cocok di trek lurus sementara tikungan yang sempit mengharuskan pembalap menggunakan setelan high downforce.

Isu setelan mobil juga dihadapi oleh pembalap tim Pertamina Campos Racing Muhammad Sean Gelael dan Mitch Evans yang pada sesi latihan bebas dan kualifikasi, Jumat (17/6), masih belum menemukan setelan mobil terbaik. Dua setelan mobil, yaitu dengan low downforce dan medium downforce belum menunjukkan keandalan di Baku.

Belum didapatkannya setelan mobil terbaik, membuat Sean harus puas memulai balapan seri ketiga GP2 2016 itu dari posisi 20 dengan catatan waktu terbaik kualifikasi 1 menit 54,717 detik. Sementara Evans akan memulai balapan dari posisi 15 dengan catatan waktu terbaik saat kualifikasi 1 menit 53,401 detik

"Sebenarnya mobil sudah mulai membaik pada sesi kualifikasi. Namun, karena sesi kualifikasi sempat dihentikan, untuk mendapatkan 'rasa' menjadi susah lagi. Hasilnya memang tidak bagus, semoga bisa lebih maksimal saat balapan,” kata Sean yang selalu menargetkan berada di posisi 15 besar dalam balapan penuh perdananya di ajang GP2.

Sebelum sesi kualifikasi, Sean sempat mengalami masalah dengan mobilnya pada sesi latihan bebas. Pembalap yang menggunakan dua setelan mobil pada sesi latihan bebas tersebut, harus mengakhiri latihannya lebih cepat dengan berada di posisi belakang akibat mobilnya mengalami kerusakan karena sejumlah kepingan mobil Nicholas Latifi (Tim DAMS) masuk ke sayap kiri mobil Sean.

Di luar kegagalan duo Pertamina Campos menembus posisi start 10 besar, pembalap Italia di tim Prema Racing, Antonio Giovinazzi yang juga didukung tim Jagonya Ayam KFC Indonesia seperti Sean dan Evans, tampil gemilang dengan merebut posisi start pertama. Anto--panggilannya--membukukan waktu terbaik 1 menit 51,752 detik di sesi kualifikasi.

Sementara itu, pembalap Indonesia lainnya, Philo Paz Patrick Armand juga akan memulai balapan dari posisi terakhir. Pembalap yang membawa bendera Trident Racing ini hanya menyelesaikan empat putaran pada babak kualifikasi dengan catatan waktu terbaik satu menit 57,692 detik. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya