Ramadan Cup Diharap Jadi Momen Pemersatu PTMSI

Ghani Nurcahyadi
18/6/2016 14:35
Ramadan Cup Diharap Jadi Momen Pemersatu PTMSI
(ANTARA)

KEJUARAAN tenis meja Ramadan Cup yang digelar di Wisma Kementerian Pemuda dan Olahraga mulai Jumat (17/6) malam diharapkan dapat menjadi momen pemersatu dua kepengurusan Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).

Menpora Imam Nahrawi pun berharap Ramadan Cup bisa menjadi salah satu momen kebangkitan tenis meja nasional.

Dua ketua umum PTMSI, Oegroseno dan Lukman Edy, dipertemukan Menpora dalam pembukaan Ramadan Cup di Wisma Kemenpora, Jumat (17/9) malam.

"Segera tindak lanjut secepatnya dan segera mungkin pertemuan ini agar ada solusi bersama memajukan tenis meja nasional, ini karena berkah Ramadan," kata Menpora.

Dualisme kepengurusan induk cabang olahraga tenis meja itu sudah terentang sejak 2014 setelah Tahir tidak lagi memimpin PTMSI. Kedua kubu PTMSI pun mengaku sebagai organisasi yang sah. Perseteruan keduanya pun terus berlanjut hingga ke jalur hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara hingga Mahkamah Agung.

Oegroseno juga berharap dualisme di tenis meja segera berakhir. "Situasi seperti ini harusnya tidak terjadi di Indoneaia, kami juga sampaikan kepada Pak Lukman Edi, perjalanan tenis meja nasional, kami juga berharap kondisi ini tidak berlarut-larut karena pasti yang menjadi korban adalah atletnya, pengurus di daerah juga terpecah belah dan sebagainya."

Senada, Lukman pun berharap bisa segera dicarikan solusi bersama untuk kemajuan tenis meja tanah air.

"Satu yang penting dan saya setuju adalah jangan sampai atlet terganggu tetapi sebaliknya atletlah yang diuntungkan melalui banyaknya kompetisi. Kami berdua berharap agar ada roadmap dari Menpora," harap Lukman.

Ajang Ramadan Cup diikuti 132 atlet kelompok umur 18 tahun. Selain berasal dari Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, ajang tersebut juga diikuti sejumlah klub, di antaranya ialah Indocement, Putera Sadewa, Bintang 9, Kehutanan, Kejora, Krida Jaya, dan Pulau Seribu.

Ketua Persatuan Tenis Meja (PTM) Kemenpora selaku Ketua Panitia Pelaksana Yuni Poerwanti berharap dari Kejuaraan ini lahir bibit dan prestasi membanggakan.

"Kami berharap ke depannya kejuaraan ini dapat terselenggara minimal 4 kali setahun," tutur Yuni.

"Kami kutip dari semangat Jendral Sudirman bahwa kami rindu menang, maka kita harus kuat, untuk kuat maka harus bersatu, untuk bersatu kita harus saling silaturakhim, toleransi dan peduli," tambahnya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya