Cukup 22 Tahun

Satria Sakti Utama
02/7/2015 00:00
Cukup 22 Tahun
(AP/Silvia Izquierdo)
SUDAH 22 tahun Argentina menanti trofi juara Copa America kembali ke tangan mereka. Tahun ini menjadi peluang terbaik untuk mewujudkannya karena Albiceleste memiliki materi lebih baik ketimbang Cile yang akan mereka hadapi di final, Minggu (5/7) pagi. Terakhir kali Argentina meraih gelar juara di Ekuador pada 1993.

Argentina yang tampil kesetanan menumbangkan Paraguay 6-1 di Concepcion, Cile, untuk lolos ke final. Dua gol Angel Di Maria, juga gol Marcos Rojo, Javier Pastore, Sergio Aguero, dan Gonzalo Higuain melengkapi pesta skuat Gerardo 'Tata' Martino. Paraguay hanya sekali diberi kesempatan bikin gol lewat Lucas Barrios

Lionel Messi tampil apik dalam duel itu. Ia memberikan andil dalam lima dari enam gol dan tiga di antaranya lahir berkat umpannya. Meski belum mencetak gol, Messi diharapkan melampiaskan semua golnya di partai puncak.

Meski demikian, Martino merasa masih ada yang kurang dari permainan timnya, yakni kurang galak saat bertarung memperebutkan bola. "Permainan kami lebih baik ketimbang saat melawan Kolombia," ujar Martino yang empat tahun lalu juga meloloskan Paraguay ke final.

Di Maria yang tampil loyo saat di Manchester United, kali ini tampil super. Ia melesakkan dua gol dalam selang 6 menit, yaitu di menit ke-47 dan 53. Entah apa yang terjadi dengan Di Maria di Old Trafford musim lalu. Padahal rekan senegaranya yang juga bermain untuk United, Marcos Rojo, yakin bahwa pemain 27 tahun itu dibutuhkan timnya.

"Buat saya pemain paling berbakat di Manchester United ialah Angel Di Maria. Ada banyak pemain hebat di sana, tapi buat saya Angel salah satu pemain terbaik di tim ini maupun dunia," kata Rojo dikutip Daily Mail.

Selain Di Maria, pemain lain yang layak diperbincangkan ialah striker Sergio Aguero. Pemain Manchester City itu sudah mengoleksi tiga gol dalam lima laga atau sama dengan Arturo Vidal (Cile), Lucas Barrios (Paraguay), dan Paolo Guerrero (Peru). Aguero hanya kalah dari penyerang Cile Eduardo Vargas yang masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan empat gol.

Sisi positif

Bagi Paraguay, kekalahan itu tak terlalu mereka risaukan. Mereka memilih untuk melihat sisi positif. Kini Paraguay siap mengalihkan bidikan ke perebutan tempat ketiga.

Pelatih Paraguay Ramon Diaz menyebut keikutsertaan mereka di Copa America kali ini telah membantu skuatnya untuk makin berkembang.

"Kami selalu mencari hasil, tapi ini awal dari sebuah proses dan masih ada pekerjaan rumah. Tim menunjukkan dedikasi besar, kerja keras, jadi saya bangga pada skuat ini. Skornya mungkin besar, tapi orang-orang di Paraguay harus bangga kepada tim ini," ujar Diaz.

Paraguay kini akan berebut tempat ketiga melawan Peru pada Sabtu (4/7). Kendati timnya baru saja menelan kekalahan telak, Diaz tetap optimistis. "Hari ini lawan kami menunjukkan kelas dan potensi, tapi kami sudah berpikir soal Peru. Kami akan melakukan yang terbaik untuk meraih tempat ketiga." (AFP/AP/R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya