La Roja Mulai Berani Bermimpi Juara

Satria Sakti Utama
01/7/2015 00:00
La Roja Mulai Berani Bermimpi Juara
(AP/Jorge Saenz)
TIM nasional Cile berhasil memenuhi target minimal yang mereka sandang di Copa Ame-rica 2015 dengan menembus final. Karena itu, tidak berlebihan jika kini mereka bermimpi lebih jauh dengan menjadi kampiun.

Eduardo Vargas menjadi sosok penting saat Cile mengandaskan Peru 2-1 di babak semifinal, kemarin. Dua gol penyerang Napoli itu sudah cukup mengantarkan La Roja menginjakkan kaki di final Copa America pertamanya sejak 1987 silam.

Penampilan pemain 25 tahun itu memang mencolok sejak menit pertama. Diduetkan dengan bintang Arsenal Alexis Sancez, Vargas sempat beberapa kali menciptakan peluang sebelum akhinya mencetak gol pertama pada menit ke-43. Kedudukan kembali imbang setelah bek Cile Gary Medel melakukan bunuh diri pada menit ke-60. Namun, 4 menit berselang tuah Vargas kembali manjur setelah tendangannya dari luar kotak penalti mampu membuat Stadion Nasional Julio Martinez Pradanos kembali bergemuruh.

Catatan dua gol itu membuat Vargas semringah karena mampu membantu Cile melaju ke babak final. Apalagi ia juga berpeluang meraih titel pencetak gol terbanyak Copa America 2015. Saat ini Vargas telah mengumpulkan empat gol dari lima laga yang telah dilaluinya.

"Hari ini saya memiliki kepercayaan diri. Saya telah berlatih shooting pada Sabtu dan nyatanya setiap tendangan dapat menjadi gol," kata Vargas.

Penampilan baik Vargas pun mengundang sang arsitek Jorge Sampaoli memuji anak asuhnya itu. "Ini penampilan yang memuaskan yang selalu Vargas berikan kepada kami. Kapan pun bermain, Vargas akan memberikan apa pun," puji Sampaoli.

Pelatih 55 tahun itu juga memberikan apresiasi atas daya juang punggawa Peru yang tidak menye-rah memberikan perlawanan hingga menit akhir. Peru pun sempat menebar ancaman meski hanya bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-20 setelah bek Carlos Zambrano dikartu merah.

"Mencapai babak final saat menjadi tuan rumah adalah mimpi yang ingin kami raih," imbuhnya.

Rentan kontroversi
Status Cile sebagai tuan rumah membuat mereka rentan diterpa kabar miring. Dalam laga melawan Peru, kontroversi kembali hadir setelah Carlos Zambrano dikeluarkan wasit pada menit ke-20. Praktis skuat asuhan Jorge Sampaoli diuntungkan sepanjang sisa laga dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 2-1.

Kabar adanya peran wasit yang memberikan kartu merah kepada lawan Cile semakin kencang karena di babak perempat final kejadian serupa menimpa Uruguay. Diego Godin dkk harus tampil dengan kekuatan timpang sejak menit ke-64 setelah penyerang Edinson Cavani juga mendapatkan kartu merah.

Bukan itu saja, skors tiga pertandingan untuk bek Gonzalo Jara karena insiden mencolek pantat penyerang Uruguay Edinson Cavani juga dikurangi menjadi dua pertandingan setelah banding. Meski Jara tetap tidak bisa tampil di sisa laga Copa America, keputusan itu setidaknya menambah kecurigaan pihak lawan.

Pelatih Peru Ricardo Gareca pun menyayangkan timnya harus bermain dengan 10 pemain setelah Zambrano dikeluarkan. "Pengusiran Zambrano mengubah rencana kami. Kami harus mengatur ulang pertahanan karena kami kehilangan pemain belakang," kata Gareca.

Meski demikian, ia melihat kartu merah Zambrano sebagai hal yang tidak perlu dibesar-besarkan. Kata pujian pun malah terlontar dari pelatih asal Argentina yang menyebut Cile sebagai kandidat juara. "Penting untuk bermain dengan 11 pemain, tapi ini pengalaman yang harus dipelajari dan selalu dapat terjadi di setiap laga. (AFP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya