Saksi Kemenpora Blunder

MI/SATRIA SAKTI UTAMA
30/6/2015 00:00
Saksi Kemenpora Blunder
(MI/PANCA SYURKANI)
PERSIDANGAN Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan gugatan PSSI terkait dengan Surat Keputusan (SK) Pembekuan PSSI oleh Kemenpora kembali disidangkan kemarin. Sidang tersebut memiliki agenda mendengarkan pendapat saksi fakta dan saksi ahli dari pihak Kemenpora.

Namun, dalam masa persidangan saksi yang didatangkan Kemenpora malah meringankan PSSI sebagai pelapor. Salah satunya pernyataan pengurus BOPI Muhammad Kusnaeni yang menyatakan proses verifikasi 18 klub Liga Super Indonesia (ISL) berlandaskan pada Peraturan Menteri (Permen) Nomor 9 Tahun 2015.

Padahal, proses verifikasi sudah berjalan sejak 6 Maret, tetapi peraturan menteri baru dikeluarkan Kemenpora pada 14 Maret dan baru disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum dan HAM) sembilan hari kemudian.

"Secara keseluruhan sidang ini berjalan bagus dan lancar. Kedua orang tadi justru tidak ada yang memberatkan kami. Maksud dari Kusnaeni dan Nur Ali tadi ditangkap dengan baik oleh hakim," ujar anggota Tim Pembela Hukum PSSI Aristo Pangaribuan, kemarin.

Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Faisal Abdullah akan mengajukan bukti tambahan dalam proses pengadilan selanjutnya. "Kalau jalannya sidang, memuaskan atau tidak, itu kan subjektif sifatnya. Tergantung individu. Tapi, akan ada bukti tambahan yang disampaikan. Itu berupa surat dan aspek legal lain, terkait verifikasi (klub) juga) yang menunjang pernyataan saksi fakta," kata Faisal Abdullah.

Faisal menilai bukti tambahan nantinya akan memperbaiki posisi Kemenpora di mata hakim. Ia berharap kesimpulan serta putusan yang dikeluarkan PTUN nantinya akan bersifat adil bagi kedua pihak. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Yang kami harapkan hakim menilai dengan baik. Kesimpulan diambil dengan baik dan semua unsur diputuskan dengan baik," imbuhnya.

Banyak peminat

CEO of Mahaka Sport and Entertainment Hasani Abdul Gani menampik anggapan bahwa turnamen yang akan digelar hanya akan diikuti empat klub Indonesia Super League (ISL).

Menurut Hasani, antusiasme peserta untuk mengikuti turnamen yang kini bernama Piala Indonesia Satu sangat tinggi. "Jadi, tidak benar jika per hari ini, cuma empat klub yang ikut. Mereka semua ingin ikut, tapi mereka minta ada pertemuan terlebih dulu," jelas Hasani.

Soal jadwal, Hasani menegaskan penyelenggaraan turnamen Piala Indonesia Satu akan digelar pada Agustus. Diharapkan, turnamen itu dapat mengisi kevakuman klub-klub di Indonesia semenjak berhentinya kompetisi. (R-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya