Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA hari prosesi pemakaman petinju legendaris Amerika Serikat, Muhammad Ali, berakhir di Tempat Pemakaman Umum Cave Hill, Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, Jumat (10/6) siang waktu setempat.
Berbeda dengan saat disalatkan dan didoakan yang dihadiri puluhan ribu orang di freedom Hall, proses pemakaman di Cave Hill hanya dihadiri oleh keluarga dan teman dekat Ali.
Ali, tiga kali peraih gelar juara dunia kelas berat, meninggal di usia 74 tahun pekan lalu di Arizona akibat gangguan pernafasan. Sebelum meninggal, petinju yang gantung sarung tinju pada 1981 itu berjuang selama puluhan tahun melawan penyakit parkinson yang menggerogoti kesehatannya.
Prosesi pemakaman Ali secara Islam dilakukan dengan mensalatkan jenazah Ali di Freedom Hall, Kamis (9/6) waktu setempat, dipimpin oleh Imam Zaid Shakir. Prosesi itu dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai negara, ras, dan agama.
"Sangat menakjubkan melihat begitu banyak orang dari berbagai kebangsaan, budaya, ras, dan agama berkumpul bersama. Meskipun ini momen yang sangat menyedihkan. Namun, peristivwa ini memberikan insipirasi tersendiri," kata Makeeba Edmund, pekerja muslim di Kentucky.
Sebelum dikebumikan, jenazah Ali terlebih dahulu dibawa berkeliling Louisville mengitari Muhammad Ali Boulevard, Kentucky Center for African-American Heritage, dan rumah masa kecilnya yang kini menjadi museum, kemudian bertolak ke Cave Hill.
Sepanjang jalan, warga Kentucky memberikan penghormatan terakhir kepada Ali yang bukan hanya dikenal sebagai petinju hebat, tapi juga aktivis sosial yang vokal.
Setelah dikebumikan, penghormatan bagi Muhammad Ali dilangsungkan di KFC Yum! Center yang menampilkan pidato penghormatan, di antaranya dari mantan Presiden AS Bill Clinton, aktor Billy Crystal, dan jurnalis Bryant Gumbel.
Selain itu, prosesi penghormatan juga dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Raja Yordania Abdullah II. Namun, media Turki menyebutkan, Erdogan pulang lebih awal setelah menyalatkan Ali akibat ia dilarang oleh keluarga Ali meletakkan jubah yang dibawanya dari Kakbah ke peti jenazah Ali.
Presiden AS Barack Obama juga tidak menghadiri prosesi penghormatan itu lantaran harus menghadiri kelulusan putrinya Malia di saat yang bersamaan. Pidato penghormatan Obama dibacakan oleh penasihat senior Gedung Putih, Valerie Jarret.
"Pekan ini, kita kehilangan seorang ikon, seorang berdarah Afrika-Amerika yang menurut saya berhasil membebaskan pikirannya dan bangga terhadap dirinya. Saya tumbuh besar menyaksikannya dan berkembang dengan sebagian identitas saya berasal dari buah kerja keras Ali," kata Obama melalui akun Facebook-nya. (AFP/AP/Gnr/OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved